Sabtu, 10 Maret 2012

Web Server

Web server ataupun Server web dapat merujuk baik pada perangkat keras ataupun perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol komunikasi HTTP atau HTTPS atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu situs web dalam layanan ke pengguna dengan menggunakan aplikasi tertentu seperti peramban web.

Penggunaan paling umum server web adalah untuk menempatkan situs web, namun pada prakteknya penggunaannya diperluas sebagai tempat peyimpanan data ataupun untuk menjalankan sejumlah aplikasi kelas bisnis.

Fungsi utama sebuah server web adalah untuk mentransfer berkas atas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan. Disebabkan sebuah halaman web dapat terdiri atas berkas teks, gambar, video, dan lainnya pemanfaatan server web berfungsi pula untuk mentransfer seluruh aspek pemberkasan dalam sebuah halaman web yang terkait; termasuk di dalamnya teks, gambar, video, atau lainnya.

Pengguna, biasanya melalui aplikasi pengguna seperti peramban web, meminta layanan atas berkas ataupun halaman web yang terdapat pada sebuah server web, kemudian server sebagai manajer layanan tersebut akan merespon balik dengan mengirimkan halaman dan berkas-berkas pendukung yang dibutuhkan, atau menolak permintaan tersebut jika halaman yang diminta tidak tersedia.

saat ini umumnya server web telah dilengkapi pula dengan mesin penerjemah bahasa skrip yang memungkinkan server web menyediakan layanan situs web dinamis dengan memanfaatkan pustaka tambahan seperti PHP, ASP.

Pemanfaatan server web saat ini tidak terbatas hanya untuk publikasi situs web dalam Waring Wera Wanua, pada prakteknya server web banyak pula digunakan dalam perangkat-perangkat keras lain seperti printer, router, kamera web yang menyediakan akses layanan http dalam jaringan lokal yang ditujukan untuk menyediakan perangkat manajemen serta mempermudah peninjauan atas perangkat keras tersebut.
Read More >>

Selasa, 06 Maret 2012

Pengertian Jaringan Wireless (Asumsi)

Beberapa Asumsi Dasar
Diketahui bahwa Perlengkapan WiFi mempunyai batasan jarak komunikasi sekitar 5-8km, jika lebih dari itu maka kekuatan atau daya nya akan melemah, beberapa asumsi tersebut adalah :
1. Jarak jangkauan komunikasi WiFi sekitar 5-8 km
2. Kemungkinan Akses point berada di ISP
Pada ISP, hubungan internet mereka mungkin menggunakan media telekomunikasi yang berbeda khususnya untuk hubungan dengan jarak cukup jauh, Contoh :
1. Fiber Optic
2. Microwave links
3. VSAT links
Perlengkapan WLAN untuk digunakan diluar ruangan.
Dalam beberapa kasus, instalasi dan konfigurasi bervariasi, Pada dasarnya kita membutuhkan 4 benda untuk memasang WLAN :
1. PC router, dapat menggunakan Pentium I dan Pentium II dengan RAM 64 MB dan system operasi Linux
2. WLAN card, Beberapa orang menggunakan PCI card dengan konektor antenna diluar. Tidak semua WLAN card baik untuk dipakai diluar ruangan, beberapa type dari 3COM cards & COMPEX tanpa konektor antenna luar maka akan sulit di aplikasikan di luar ruangan.
3. Kabel Pigtail dengan coaxial kabel untuk menghubungkan PCI card dengan antenna
4. Sebuah antenna yang dibutuhkn untuk komunikasi.
Untuk beberapa USB WLAN card yang dibuat dengan antenna berfrekuensi 2,4 GHz, kamu membutuhkan beberapa benda untuk membuat jarak lebih jauh :
a. buat USB WLAN card menjadi tahan terhadap segala cuaca
b. buat kabel USB WLAN menjadi tahan terhadap segala cuaca
c. Letakkan USB WLAN card di depan reflector parabolic
ACCESS POINT di ISP umumnya diletakkan di tempat yang tinggi di atas tower 
Persiapan perlengkapan nirkabel jaringan tetangga.
Pada bagian Ini kita akan mendiskusikan persiapan untuk membangun jaringan tetangga dengan nirkabel. Pada dasarnya kita harus mempersiapkan beberapa perangkat keras seperti dibawah ini :
  1. PC yang dijadikan router
  2. Kartu Wireless LAN (WiFi)
  3. Kabel coaxial
  4. Antenna
  5. Switch / hub untuk LAN
Kita harus memutuskan system operasi apa yang akan digunakan untuk pendkung PC router. Biasanya menggunakan system operasi Linux , khususnya Linux mandrake yang mudah digunakan dan di install (pasang). Saat di jalankan pada text mode minimal kita gunakan Pentium I atau Pentium II yang dapat selalu digunakan sebaga router.

Perlengkapan Perangkat Keras
1. PC atau Personal Computer yang dapat dijadikan router atau gateway di antara jaringan nirkabel dan jaringan local tetangga, membutuhkan sesuatu yang sederhana seperti :
  • Pentium II 166MHz
  • Memory 64Mbyte
  • Hard drive 3Gbyte
2. Kartu Wireless LAN
Tidak semuar kartu wireless dapat digunakan untuk jarak yang jauh atau aplikasi diluar ruangan. Tapi ada juga beberapa kartu jaringan yang dapat digunakan untuk jaringan dengan jarak yang jauh dan menggunakan konektor antenna
3. Pigtail
Pada frekuensi 2,4 GHz kita biasanya menggunakan konektor tipe N untuk antenna dan kabel koaksial kita.
Antenna
Sebuah antenna luar biasanya digunakan untuk memperpanjang jangkauan. Antenna yang kita gunakan bervariasi tergantung dengan aplikasi atau kebutuhan yang akan kita gunakan. Umumnya kita membutuhkan. :
1. Sisi antenna client / pengguna, dapat menggunakan antenna jenis yagi, antenna parabolic dan antenna dengan menggunakan kaleng.
2. Sisi access point, dapat menggunakan antenna jenis omni atau sectoral antenna
Acces Point
Di ISP umumnya akses point digunakan untuk melayani client / pengguna jaringan nirkabel. Beberapa akses point mempunyai fungsi yang kompleks, seperti : DHCP server, Firewall, NAT dan Proxy server
Beberapa proteksi biasanya akses point dapat digunakan untuk membatasi akses MAC Address atau IP Address. (Sumber)

Read More >>

Kamis, 12 Januari 2012

Berapa Cepat Jaringan Wi-Fi?

Berapa Cepat Jaringan Wi-Fi?
Mungkin inilah yang sering dipertanyakan oleh seseorang yang akan belajar tentang jaringan, terutama pada jaringan wireless, termasuk saya juga yang sering menanyakan pertanyaan tersebut. Pertama, jaringan area lokal wireless (WLAN) memiliki fitur yang berbeda tingkat dalam kinerja tergantung pada standar Wi-Fi yang mereka dukung. WLAN 802.11b menawarkan bandwidth teoritis maksimum 11 Mbps. WLAN 802.11a dan 802.11g  menawarkan bandwidth teoritis hingga 54 Mbps. (Sebaliknya, Ethernets kabel biasa dijalankan pada 100 Mbps.).

Kinerja jaringan Wi-Fi dalam prakteknya tidak pernah mendekati maksimum teoritis. Jaringan 802.11b, misalnya, umumnya beroperasi tidak lebih cepat dari sekitar 50% dari puncak teoritis, atau 5,5 Mbps. Demikian juga, jaringan 802.11a dan 802.11g umumnya berjalan tidak lebih cepat dari 20 Mbps. Kesenjangan dalam kinerja secara teoritis dan praktis berasal dari overhead protokol, gangguan sinyal, dan termasuk jarak juga yang mempengaruhi. Selain itu, semakin banyak user yang berkomunikasi pada WLAN secara bersamaan, semakin lambat juga jaringannya.

Pada jaringan rumah, perlu diingat bahwa kinerja koneksi internet sering menjadi faktor pembatas dalam kecepatan jaringan. Meskipun file dapat dibagi pada wireless dengan kecepatan dari 5 atau 20 Mbps, klien wireless ini masih akan terhubung ke Internet pada kecepatan yang biasanya ditawarkan oleh Internet Service Provider (ISP), biasanya kurang dari 1 Mbps.

Akhirnya,vendor industri wireless terus ditingkatkan seperti mengembangkan teknologi WiMAX 802,16 yang menawarkan komunikasi wireless dengan kecepatan lebih cepat dan jangkauan lebih panjang.

Read More >>

Selasa, 20 Desember 2011

"Duplicate Name Exists" sebuah kesalahan pada Windows?

Setelah memulai komputer Microsoft Windows anda terhubung ke jaringan lokal, Anda mungkin melihat pesan kesalahan "Duplicate name exists." Apakah pesan kesalahan ini berarti, dan bagaimana Anda bisa mengatasinya?

oleh karena itu mari kita pahami peringatan tersebut, "Duplicate name exists." yaitu kesalahan yang menunjukkan nama (NetBIOS) dari konflik komputer Windows dengan beberapa nama lain pada jaringan. Paling umum, ini terjadi ketika komputer lain sesama Windows pada jaringan lokal yang menggunakan nama sama. Kesalahan ini juga dapat terjadi ketika salah satu kelompok kerja Windows yang terhubung memiliki nama yang sama dengan komputer.

"Duplicate name exists." kesalahan ini berguna untuk mencegah komputer Windows saat terkoneksi dengan jaringan. Komputer akan start up dan fungsi dalam modus offline saja. Untuk mengatasi kesalahan ini, cukup mengubah nama komputer ke salah satu yang tidak digunakan oleh komputer lokal lainnya (atau Windows workgroup), lalu reboot.

Perhatikan bahwa administrator jaringan juga harus memverifikasi Windows Internet Naming Service (WINS) agar selalu up to date. Pada sedikit kasus yang ada, "Duplicate name exists" merupakan kesalahan palsu yang dilaporkan ketika informasi lama disimpan dalam database WINS.
Read More >>

Minggu, 11 Desember 2011

Membuat Koneksi Wireless Antar Laptop (Adhoc)

Kalau anda mempunyai dua buah laptop atau lebih atau komputer desktop yang mempunyai wireless LAN card (wifi) dan antara masing – masing laptop/ komputer tersebut ingin terhubung atau terkoneksi satu sama lain sehingga dapat sharing data, printer, internet, remote komputer dll. Cara sederhana dapat dilakukan dengan koneksi adhoc yaitu koneksi wireless LAN tanpa menggunakan akses point, terhubung langsung antara komputer ke komputer lainnya tanpa menggunakan kabel.

Setting koneksi adhoc untuk windows xp sp2 adalah sebagai berikut :
• Nyalakan wifi
• Masuk ke network connection (klik start -->Control Panel --> Network and internet connection --> Network Connection )• Klik kanan pada wireless network connection, kemudian klik properties.[readmore]
Read More >>

Jumat, 02 Desember 2011

OTA Overview of Note the participants

From the mobile client's perspective, in concept OTA is simply a matter of finding an interesting application on the Web and initiating its download over the wireless network. In its simplest form, OTA is pretty straightforward, as Figure 1 illustrates:
figure 1
Figure 1 - Simplified View of an OTA Provisioning Architecture 
(Click image to enlarge.)
Note the participants in this process:
  • Client device with a discovery application - The client device must have software that allows the user to locate applications at a particular provisioning portal on the network, and to choose which applications to download - this software is referred to as a discovery application (DA). The discovery application may be browser-based or a native application, so long as it shares a common provisioning protocol with the download server; for example, for MIDP OTA this protocol is HTTP. 
  • The Network - This is any appropriate wireless network, which may include a radio network and a WAP gateway, for example.
  • The Download Server - Also called a provisioning portal, or server, or vending machine, this is a host, visible in the network, that typically runs a web server and has access to a content repository - in its simplest form any Web site can serve as a provisioning portal. It has two main functions: it provides properly formatted menus, often written in WML or HTML, that list the applications currently available for download, and it provides access (sometimes controlled) to the applications. A single download server might support one or many OTA protocols.
  • The Content Repository - As the name implies, this is the repository of all the application descriptors and applications that are available for download.
In actual use, OTA is not quite so simple. An OTA provisioning system typically encompasses content publication and management, access control, installation (and upgrading) of applications, and tracking the use of applications (content) for billing purposes. Figure 2 introduces these complexities:
figure 2
Figure 2 - Detailed View of an OTA Provisioning System 
(Click image to enlarge.)
As you can see, the process behind the scenes is more involved than what the user actually sees:
  • A. Content Management - Server-side software manages the repository, typically a database, and supports content versioning, ways for third-party developers to drop their applications, and so on. Some carriers require applications be certified before making them available for OTA.
  • B. Content Discovery - As you've already seen, the user directs the discover application to a download portal, which accesses the application repository and provides a properly formatted menu of the available content and applications.
  • C. Authenticate - If the provisioning server supports an authentication module, the user is authenticated before gaining access to the repository.
  • D. Application retrieval and installation - Once any authentication is complete, downloading the application is a two-part operation, handled by the application management system (AMS), the software in the device that manages the download, installation, execution, and removal of applications and other resources on the device. If an application description (in the form of a JAD file) exists, the AMS downloads it from the provisioning server's repository. Based on information found in the downloaded application descriptor, the AMS automatically downloads the application (the MIDlet suite JAR) from the repository. If required, the user is re-authenticated. If the application is retrieved successfully, installation is automatic.
  • E. Confirmation - The AMS sends a confirmation status to indicate whether the installation succeeded or failed.
  • F. Tracking - The confirmation status can be used to track the use of the application, for example for billing purposes. A billing system is often integrated into the provisioning server.
In addition to the basic features described above, some OTA provisioning servers add value in the form of features such as:
  • Personalization - the ability to offer selected applications based on user preferences
  • Device-based classification - limiting offerings to only those applications that will run on the user's device
  • Security - strong user authentication and access control
  • Alerts - notices to users that new applications fitting their preferences are available
You now have a high-level perspective of OTA application provisioning. The following sections will turn to the details, first on the client side, where we'll look at MIDlet provisioning specifically, and then on the server side.[source]
Read More >>

Kamis, 17 November 2011

Common understanding of Over The Air (OTA)


Over The Air (OTA) (or Over-The-Air) is a standard for the transmission and reception of application-related information in a wireless communications system. The standard is supported by Nokia, SmartTrust, and others.

OTA is commonly used in conjunction with the Short Messaging Service (SMS), which allows the transfer of small text files even while using a mobile phone for more conventional purposes. In addition to short messages and small graphics, such files can contain instructions for subscription activation, banking transactions, ringtones, and Wireless Access Protocol (WAP) settings. OTA messages can be encrypted to ensure user privacy and data security.
Read More >>

Rabu, 16 November 2011

Solusi Sistem Wireless - Komponen Jaringan Wireless Mesh

Seperti yang telah kita bahas pada page sebelum ini yaitu tentang Pengertian Dasar MESH. Untuk sekarang ini kita akan membahas tentang Arsitektur jaringan Wireless Mesh itu sendiri yang terdiri dari 3 elemen utama:

1. Access Point
Access Point berfungsi mengumpulkan, mendistribusikan, dan merutekan data trafik dalam daerah cakupannya.Access Point juga berfungsi menjaga keamanan dan keabsahan konektivitas suatu Access Point dengan Access Point lainnya dan suatu Access Point dengan User Terminal.Access Point pada Wireless Mesh terdiri dari dua subsistem:
• Access Link menyediakan konektivitas antara Access Pointdengan User Terminal yang dikembangkan berdasarkan standar IEEE 802.11b/g yang beroperasi pada band frekuensi 2.4 GHz dan mampu mendukung akses data rate hingga maksimum 54 Mbps.
• Transit Link menyediakan konektivitas antara suatu Access Pointdengan Access Point lainnya dan/atau ke jaringan distribusi berbasis kabel ethernet. Link ini dikembangkan berdasarkan standar IEEE 802.11a yang beroperasi pada band frekuensi 5.8 GHz dan mampu mendukung akses data rate hingga maksimum 54 Mbps.
2. Wireless Gateway
Wireless Gateway berfungsi memfasilitasi koneksivitas ke WAN (intranet/internet) publik dan reach ablility pada jaringan distribusi. Wireless Gateway juga berfungsi sebagai titik sentral pelaksanaan fitur mobility dan sekuriti.

Fitur mobility pada Wireless Gateway memungkinkan terjadinya proses perpindahan user dari satu Access Point ke Access Point lainnya tanpa harus kehilangan konektivitasnya. Semantara fitur sekuriti pada Wireless Gateway berfungsi sebagai lapisan kedua proses sekuriti jaringan yang juga didukung oleh standar IEEE 802.11a/b/g pada level access link dan transit link. Sekuriti jaringan antara Access Point dan Wireless Gatewayini diwujudkan melalui implementasi IPSec tunnel protocol.

3. Network Operations Support System (NOSS)
Network Operations Support System (NOSS) berfungsi menyediakan sistem manajemen dan administrasi yang tersentralisasi untuk memonitor dan mengatur performansi dan konfigurasi seluruh elemen jaringanWireless Mesh. Beberapa bagian penting dari NOSS antara lain:
  • Optivity Network Management System (ONMS) - yang berfungsi sebagai titik sentral pelaksanaan sistem manajemen bagi seluruh elemen jaringan Wireless Mesh.
  • Industry-standard: FTP, RADIUS, DHCP, dan SNTP Server.
  • Perencanaan Wireless Mesh
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merancang jaringan Wireless Mesh:
  • Setiap Access Point harus terhubung paling sedikit dengan duaAccess Point lain (dua koneksi Transit Link) untuk mendukung fitur self-healing dan proses re-routing jika ada Access Pointyang bermasalah.
  • Untuk memaksimalkan perfomansi jaringan, dua atau lebihTransit Link harus terhubung dengan Access Point @ NAP;yaitu Access Point yang memiliki hubungan langsung (via kabelethernet) dengan jaringan distribusi berbasis kabel ethernet.
  • Kapasitas jaringan dan data rate yang ingin dicapai.
  • Jarak antar Access Point dan luas daerah yang dapat dicakup oleh satu Access Point yang didasarkan pada karakteristikradio propagation pada daerah yang ingin dicakup.
Instalasi jaringan Wireless Mesh terutama pada sisi Access Point relatif lebih sederhana karena setelah proses instalasi dan pencatuan daya, Access Point mampu melakukan prosesTransit Link auto-discovery, auto-configuration, dan self-organizing. Beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum instalasi Access Point pada jaringan Wireless Mesh antara lain:
  • Perencanaan skema IP Addressing
  • Instalasi dan konfigurasi komponen manajemen sistem (NOSS)
  • Instalasi dan konfigurasi Wireless Gateway
  • Instalasi dan konfigurasi Access Point @ NAP
Contoh Aplikasi dan Implementasi Jaringan Wireless MeshBeberapa contoh penerapan solusi Wireless Mesh antalain yaitu:
1. Enterprises
Solusi Wireless Mesh dinilai paling efisien dalam menyediakan atau mempeluas daerah layanan akses internet nirkabel baik indoor maupun outdoor.
  • Di lingkungan Universitas, sekolah, perusahaan, pabrik, rumah sakit, bandara, hotel, convention centres, pusat perbelanjaan, gelanggang olahraga, taman, dll
  • Instalasi sementara dimana akan diselenggarakan event-eventkhusus seperti pameran, pekan olah raga, usaha pemulihan dari peristiwa bencana, dll.
2. Penyedia Jasa Internet
  • Solusi yang mampu meningkatkan pendapatan dan produktifitas usaha jika dilihat dari kapasitas, data rate, luas daerah cakupan, jenis aplikasi, dan berbagai skenario billing yang dapat ditawarkan
3. Pemerintahan dan Militer/Kepolisian
  • Untuk meningkatkan kinerja instansi pemerintah dan kualitaspublic safety bagi warganya, menstimulasi pertumbuhan bisnis di suatu kota atau daerah wisata, dan menyediakan layanan internet di daerah pemukiman penduduk, urban maupun rural.
Beberapa contoh implementasi jaringan Wireless Mesh adalah di beberapa lokasi sebagai berikut :
1. NASA Kennedy Space Stations Joint Industry Press Center (JIPC)
Implementasi ini bertujuan untuk menyediakan solusi jaringan akses internet nirkabel yang mampu mendukung mobilitas para jurnalis di daerah indoor maupun outdoor Kennedy Space Centre. Solusi Wireless Mesh memungkinkan para jurnalis mengakses jaringan internet dengan menggunakaan laptop atau PDA-nya dan berpindah dari satu area press release ke area press release lainnya tanpa harus kehilangan konektivitasnya.
2. University of Arkansas
Solusi Wireless Mesh memungkinkan para mahasiswa mengakses jaringan internet dan intranet dari setiap sudut kampus baik indoor maupun outdoor dan berpindah dari satu daerah ke daerah lain dalam ruang lingkup kampus tersebut tanpa harus kehilangan konektivitasnya.
3. Taipei City (Mobile City)
Implementasi ini bertujuan untuk menyediakan layananbroadband akses internet di stasiun-stasiun yang padat penumpang, gedung-gedung perkantoran dan perdagangan, serta lokasi-lokasi penting lainnya di kota Taipei dan diyakini sebagai implementasi jaringan Wireless Mesh terbesar saat ini. Solusi Wireless Mesh meliputi 10.000 Access Point yang akan mencakup 272 km2 daerah layanan dan melayani sekitar dua juta penduduk Taipei.[sumber]
Read More >>

Selasa, 15 November 2011

Solusi Sistem Wireless - MESH

Saat ini teknologi Wireless LAN (WLAN) menjadi semakin populer sebagai salah satu pilihan dalam menyediakan akses internet nirkabel pada lingkungan perusahan, kampus, pemukiman, ruang publik, dll. Wireless Mesh sebagai salah satu inovasi varian dari teknologi WLAN menawarkan suatu solusi yang unik karena dapat menggantikan ataupun memperkaya kemampuan infrastruktur jaringan internet yang telah ada, baik yang berbasis kabel maupun nirkabel, secara lebih efektif dan efisien karena mampu mencakup daerah layanan yang lebih luas dan sulit dijangkau tanpa mengesampingkan faktor sekuriti, mobility, dan QoS.

Wireless Mesh berkembang dengan memadukan antara standar Wireless LAN 802.11 a/b/g (lihat artikel sebelumnya mengenai Perbandingan Standar WLAN a/b/g). Secara teknis standar 802.11a (frekuensi 5,8 GHz) digunakan untuk menghubungkan antar AP sedangkan standar 802.11b/g berfungsi menghubungkan device klien ke AP.

Wireless Mesh hampir mirip dengan konfigurasi repeater mode, namun lebih diperluas lagi. AP yang digunakan tidak terbatas hanya 2 AP namun sudah tergolong banyak bisa lebih dari 2 AP. Hubungan antar AP tidak harus point-to-point dan menggunakan jaringan fisik namun sudah ke arah Multi point dan wirelessly.

Konfigurasi
Konfigurasi Wireless Mesh mirip dengan konfigurasi Wireless LAN biasa. Yang membedakan pada WLAN biasa AP terhubung melalui kabel ke jaringan intranet/internet melalui HUB/switch dan pada Wireless Mesh tidak semua AP tersambung langsung melalui kabel ke HUB/switch. PadaWireless Mesh memungkinkan hubungan antar AP melalui jaringan wireless seperti pada jaingan Point-to-Multipoint. Selain untuk memperluas jangkauan, AP juga dapat tersambung langsung ke client.

Karakteristik Jaringan Wireless Mesh
Pada dasarnya solusi Wireless Mesh ini dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan teknis pada teknologi WLAN generasi pertama di mana koneksi antara setiap Access Point denganSwitch masih sangat tergantung pada jaringan kabel ethernetdan secara tidak langsung dapat memberikan solusi berbasis teknologi WLAN yang lebih efektif dan efisien. Kendala implementasi terbesar akan muncul ketika daerah yang ingin dicakup sangat luas, terbuka, dan sulit diakses oleh jaringan kabel ethernet, seperti daerah outdoor. Selain itu jaringan kabel ethernet yang dibutuhkan untuk menghubungkan Access Point dengan Switch ini secara teknis juga memiliki limitasi jarak. Solusi Wireless Mesh memperkenalkan suatu konsep dengan komunikasi nirkabel antar Access Point.

Karakteristik dan kelebihan solusi Wireless Mesh antara lain:
1. Memberikan nilai tambah dalam mengawali dan mengembangkan bisnis akses internet nirkabel berkecepatan tinggi.
  • Solusi ini mampu mendukung fitur sekuriti dan mobility 
  • Solusi ini mampu mendukung tingkat QoS yang cukup baik untuk menjalankan aplikasi triple play yaitu penggabungan suara, data, dan video dalam satu infrastruktur
  • User terminal seperti handset, PDA, Laptop, dan PCMCIAyang mampu mendukung teknologi WLAN berbasis IEEE 802.11b/g semakin mudah diperoleh, umum digunakan, dan terjangkau.
2. Mengurangi biaya kapitalisasi, instalasi, dan operasional.
  • Menggunakan koneksi nirkabel yang lebih ekonomis untuk koneksi antar Access Point dan Access Pointdengan User Terminal.
  • Kemampun auto-configuration, self-organizing, dan self-healing yang memungkinkan penekanan biaya instalasi dan operasional.
  • Penyederhanaan sistem manajemen network yang tersentralisasi.
3. Solusi yang sangat fleksibel dan efisien jika dilihat dari kapasitas end user dan data rate yang dapat ditawarkan, luas daerah yang dapat dicakup indoor maupun outdoor,serta berbagai aplikasi yang dapat ditawarkan.Keuntungan penerapan Wireless Mesh ini adalah kemampuan dalam mengcover suatu area dan fleksibilitas dalam instalasinya
Read More >>

Rabu, 09 November 2011

Solusi Sistem Wireless - WiMAX

WiMAX adalah singkatan dari World Interoperability for Microwave Access, merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar (Broadband Wireless Access atau disingkat BWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga merupakan teknologi dengan open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX di antara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX dapat diaplikasikan untuk koneksi broadband ‘last mile’ ataupun backhaul.

Elemen Perangkat WiMAX
Elemen/ perangkat WiMAX secara umum terdiri dari BS di sisi pusat dan CPE di sisi pelanggan. Namun demikian masih ada perangkat tambahan seperti antena, kabel dan asesoris lainnya.

Base Station (BS)
Merupakan perangkat transceiver (transmitter dan receiver) yang biasanya dipasang satu lokasi (colocated) dengan jaringan Internet Protocol (IP). Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa CPE dengan media interface gelombang radio (RF) yang mengikuti standar WiMAX. Komponen BS terdiri dari:
· NPU (networking processing unit card)
· AU (access unit card)up to 6 +1
· PIU (power interface unit) 1+1
· AVU (air ventilation unit)
· PSU (power supply unit) 3+1
Antena yang dipakai di BS dapat berupa sektor 60°, 90°, atau 120° tergantung dari area yang akan dilayani.

Subscriber Station (SS)
Secara umum Subscriber Station (SS) atau (Customer Premises Equipment) CPE terdiri dari Outdoor Unit (ODU) dan Indoor Unit (IDU), perangkat radionya ada yang terpisah dan ada yang terintegrasi dengan antena.
Read More >>

Senin, 07 November 2011

Solusi Sistem Wireless - Karateristik Jaringan 4G / WiMAX


Teknologi jaringan wireless 4G dapat terwujud dengan menggunakan jaringan inti berbasis IP dengan global routing dan dapat disesuaikan dengan kondisi jaringan akses radio lokal yang mendukung fitur-fitur seperti dynamic handoff, adhoc routing, QoS, multicasting, content caching, dan sebagainya. Agar pembangunan jaringan dengan teknologi 4G berlangsung dengan sukses, sangat penting bagi kita untuk mendefinisikan visi untuk layanan dan aplikasi 4G yang secara efektif dapat memenuhi keinginan pengguna. Visi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna sepertintercantum dibawah ini :
a. Broadband: Pengguna menginginkan dapat mengirim dan menerima segala jenis informasi seperti gambar, suara, video, dan data dalam bentuk file besar dimana saja dan kapan saja. Oleh karena itu dibutuhkan 100 MHz bagi setiap operator untuk layanan data, suara, video pada teknologi 4G. Teknologi seperti mobile WiMAX sangat sesuai untuk itu dan bertujuan untuk menjembatani antara standar 3GPP dan 3GPP2.
b. Mobilitas: Dengan teknologi 4G, pengguna menginginkan mobilitas, misalnya didalam mobil, kereta api, bus dan kendaraan lainnya dapat sambil menggunakan internet tanpa terputus dari satu tempat ke tempat lainnya. Dengan layanan jaringan WiMAX, service provider dapat menikmati fleksibilitas pasar baik layanan mobile, nomadic dan fixed dengan memberikan kecepatan broadband yang sesungguhnya dan mampu memberikan efisiensi dalam mengatur akses, spektrum radio dan resource jaringan.
c. Roaming antar berbagi jenis jaringan: Jika kita bergerak dari suatu tempat ketempat lain sambil menikmati layanan jaringan wireless, kita menginginkan dapat melakukan handoff secara otomatis dan cepat tanpa terputus antar berbagi jenis jaringan. Misalnya jika kita bergerak ditempat yang menyediakan layanan wireless LAN, device kita akan menyesuaikan dengan layanan wireless LAN, kemudian jika kita berpindah tempat keluar dari jangkauan wireless LAN, dan terdapat layanan WiMAX, maka device kita akan secara otomatis merubah koneksi dari wireless LAN berubah ke WiMAX, demikian juga sebaliknya. Tujuan dari 4G adalah standarisasi hand-off, sehingga device dapat berinteroperability ketika berpindah dari satu jenis jaringan ke jenis jaringan lainnya. Teknologi WiMAX akan berusaha kearah tersebut dan akan diadaptasi pada operator mobile dan fixed.
d. Konvergensi: Pengguna menginginkan dapat mengakses jaringan dari berbagai jenis platform: telepon seluler, notebook, dan PDA. WiMAX adalah sistem yang powerful yang mampu mendeliver konektivitas yang cerdas dan fleksibel untuk mendukung layanan video streaming, VoIP, email, Web browsing, e-commerce dan locationbased melalui berbagi jenis device.
e. Efisien: Agar lebih efisien, teknologi 4G menggunakan spektrum secara efisien, sehingga dapat membawa lebih banyak data dengan biaya lebih efisien. WiMAX yang berbasis OFDM juga menggunakan spektrum secara efisien. Oleh karena itu teknologi berbasis IP diyakini akan menyediakan solusi layanan murah dan lebih cepat diserap pasar.
f. Akses jaringan pada area yang susah dijangkau: Dengan sistem wireless, pengguna mobile dapat menikmati layanan jaringan dimanapun dan kapanpun. Service provider dapat dengan cepat meluaskan wilayah layanannya meskipun kedaerah-daerah yang susah dijangkau menggunakan kabel, misalnya melewati sungai, melewati jalan tol, melewati bangunan bertingkat, dengan menggunakan solusi wireless MAN akan lebih mudah dan murah dibandingkan dengan menggunakan kabel.
g. Harmonisasi: Didunia ini terdapat berbagai macam jenis jaringan yang melayani pengguna yang mungkin menggunakan berbagai macam jenis teknologi. Tujuan teknologi 4G adalah membangun teknologi jaringan dengan kapasitas tinggi, kualitas tinggi, dan dapat berinteroperability antar jaringan broadband sehingga dapat membawa berbagai jenis konten yang diinginkan pengguna. WiMAX menjawab tantangan itu.
WiMAX, Teknologi 4G Pertama
WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) merupakan teknologi 4G Pertama yang diimplementasikan di Indonesia pada bulan Juni 2010 oleh operator Firstmedia dengan merek dagang Sitra WiMAX. Teknologi 4G WiMAX terdiri atas tiga bagian generasi,
  • WiMAX 16.d, atau sering disebut WiMAX nomadic dengan mobilitas terbatas hingga kecepatan 70 Mbps.
  • WiMAX 16.e, merupakan WiMAX mobile dengan mobilitas tinggi hingga kecepatan 144Mbps.
  • WiMAX 16.m, WiMAX mobile dengan mobilitas tinggi hingga kecepatan 1Gbps.[sumber]
Read More >>

Solusi Sistem Wireless - Teknologi Wireless Menggunakan 4G (4 Generation)

4G (fourth-generation technology), sebuah Istilah yang pada umumnya sering digunakan untuk pengembangan yang mengacu pada telephone seluler.

4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah"3G and beyond". Sistem 4G akan dapat menyediakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data, dan arus multimediadapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja, pada rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya.

Belum ada definisi formal untuk 4G. Bagaimanapun juga terdapat beberapa pendapat yang ditujukan untuk 4G, yakni: 4G akan merupakan sistem berbasis IP terintegrasi penuh. Ini akan dicapai setelah teknologi kabel dan nirkabel dapat dikonversikan dan mampu menghasilkan kecepatan 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik dalam maupun luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi. 4G akan menawarkan segala jenis layanan dengan harga yang terjangkau.

Setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksiinternet telephony yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP). Semua jenis radiop transmisi seperti GSM, TDMA, CDMA2G, 2.5G akan dapat digunakan, dan dapat berintegrasi dengan mudah dengan radio yang di operasikan tanpa lisensi seperti IEEE 802.11 di frekuensi 2.4GHz & 5-5.8Ghz, bluethoot dan seluler . Integrasi voicedan data dalam channel yang sama. Integrasi voice dan data aplikasi SIP-enabled.
 
Jaringan akses generasi ke-3 (3G) seperti WCDMA dan cdma2000 memiliki struktur jaringan yang kompleks dan perlu melibatkan banyak protokol untuk meng-cover seluruh sistemnya. Oleh sebab itu, jaringan akses generasi ke-4 (4G) diharapkan memiliki struktur yang lebih sederhana yang seluruhnya berbasis pada internet protocol (all-IP). Dengan berbasis pada IP, seluruh lalu lintas paket dalam jaringan akses dan jaringan backboneadalah seragam, tanpa perlu mengkonversikan satu protokol ke protokol lainnya .

Sebagian besar jaringan 3G pada dasarnya dibangun di atas jaringan selular circuit-switched, dimana mereka memiliki gerbang (gateways) sendiri untuk menterjemahkan paket-paket IP dari jaringan backbone.Jaringan 3G juga mempunyai protokol dan interfacesendiri-sendiri dalam berkomunikasi sesamanya. Ini menjadi masalah tersendiri dalam hal interoperability. Oleh sebab itu, untuk mengatasi berbagai masalah ini, jaringan 4G dirancang sebagai sebuah jaringan all-IP yang berbasis packet switched seperti halnya jaringan backbone berbasis IP seperti intranet (LAN, WLAN) dan internet.
 
Dalam rancangan pengembangannya, jaringan 4G mempunyai 2 visi yang berbeda. Pertama adalah jaringan 4G yang Revolusioner (4G-R), dimana dikembangkan sebuah sistem yang inovatif. Yang kedua adalah yang bervisi Evolusioner (4G-E), dimana jaringan 4G disini mempunyai kemampuan interworking dengan sistem-sistem jaringan yang telah ada.

Model interworking akan mengintegrasikan jaringan-jaringan selular, jaringan nirkabel metropolitan (wireless metropolitan area networks - WMANs), jaringan nirkabel lokal (local wireless local area networks -WLANs), dan jaringan nirkable personal (wireless personal area networks - WPANs). Model interworking ini meng-cover skenario jaringan masa depan yang terintegrasi dimana setiap orang dapat mengakses jaringan kapan saja (anytime), dari mana saja (anywhere), dan dengan cara apa saja (anyway). [sumber]
Read More >>

Minggu, 06 November 2011

Solusi Sistem Wireless - Teknologi Wireless Menggunakan EVDO


Wireless adalah teknologi tanpa kabel, dalam hal ini untuk melakukan hubungan telekomunikasi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengganti kabel. Saat ini perkembanga teknologi wireless sangatlah pesat, secara tidak sadar kita telah melakukan sebuah perubahan yaitu dengan semakin banyaknya pemakaian telepon selular, selain itu berkembang pula sebuah teknologi wireless yang digunakan untuk akses internet. Sehingga untuk sekarang ini, banyak berkembang wireless advanced yang sudah tidaklah asing lagi diantaranya 4G , EVDO dan Wimax.

dalam postingan ini kita hanya akan membahas sedikit tentang  pengertian dasar mengenai EVDO dan bagaimana cara kerja dari teknologi EVDO.

EVDO yang juga dikenal dengan EV-DO, 1xEvDO dan 1xEV-DO merupakan sebuah standard pada wireless broadband berkecepatan tinggi. EVDO adalah singkatan dari "Evolution, Data Only" atau "Evolution, Data optimized". Istilah resminya dikeluarkan oleh Assosiasi Industri Telekomunikasi yaitu CDMA2000, merupakan interface data berkecepatan tinggi pada media udara. EVDO satu dari dua macam standar utama wireless Generasi ke-3 atau 3G. adapun standart yang lainnya adalah W-CDM

Cara kerja EVDO
CDMA, Coded Division Multiple Access, menggunakan metode matematis untuk dapat melewatkan multiple wireless devices untuk mengirim data secara bersamaan pada frekuensi yang sama. Setiap perangkat, seperti telepon seluler, ditandai dengan tanda unik matematis. Tanda Unik tersebut diterapkan pada sinyal asli dan dikirim sebagai sinyal modified. Penerima juga menerapkan invers tanda matematika dari sinyal kirim untuk mendapatkan sinyal asli.

Jaringan Nirkabel dulunya memanfaatkan sebuah penghalang antara pengirim dan penerima, seperti kebanyakan telepon tradisional. EVDO, sebagai penggantinya mengadopsi pendekatan yang sama untuk internet. IP, Internet Protocol, memecah data pada pada pecahan kecil yang kemudian disebut paket. Tiap paket dikirim secara independen terhadap Paket yang lain. Tentu hal ini akan mengirit bandwidth yang memungkinkan dipakai oleh perangkat lain; ketika tak ada percakapan telepon pastinya juga tidak ada paket yang lewat karena tidak ada paket yang dikirim. atau ketika sebuah web site diakses, tidak akan ada bandwidth yang dipakai sampai site tersebut mulai mengirim web pages.
Read More >>

Senin, 31 Oktober 2011

Jenis Mobile Broadband 3G dan 4G

Mobile broadband mengacu pada kecepatan tinggi koneksi internet nirkabel dan layanan yang dirancang untuk digunakan dari lokasi yg dapat berubah-ubah.

Fixed vs. Mobile Broadband
Layanan internet broadband seperti DSL, modem kabel, dan fiber-to-the-home (FTTH) adalah kabel untuk koneksi pada bangunan tertentu. Wi-Fi hotspot tradisional juga menyediakan konektivitas lebih dari radius terbatas di sekitar titik tertentu akses dari nirkabel.

Sebaliknya, memanfaatkan teknologi mobile broadband nirkabel yang dirancang untuk menyiarkan sinyal kemana-mana.


Key Mobile Broadband Technologies
Jaringan selular biasanya memberikan koneksi broadband yang cocok untuk mobile akses. Teknologi yang digunakan saat ini terbagi dalam dua kategori - 3G (generasi ketiga jaringan sel) dan 4G (generasi keempat).

Jenis broadband 3G meliputi: Enhanced Data GSM Environment (EDGE), EV-DO, dan Kecepatan Tinggi Downlink Packet Access (HSPA). WiMax dan LTE mewakili 4G broadband.

Selain telepon, internet dan akses jaringan menggunakan teknologi ini sekarang lagi gencar-gencarnya dimasukkan ke dalam komputer laptop, handphone dan sarana umum.

Limitations of Mobile Broadband
Seiring dengan keuntungan yang jelas dari akses internet, pertimbangkan keterbatasan umum dari mobile broadband yaitu:
  • layanan bulanan dapat direncanakan dengan biaya yang lebih signifikan dari broadband tradisional, kadang-kadang termasuk biaya tambahan untuk volume yang lebih besar dari penggunaan data.
  • "kecepatan tinggi" tidak harus lebih cepat, tapi dapat juga menjadi lebih pelan dibandingkan broadband tradisional, kadang kurang dari 1 Mbps tergantung pada kemampuan jaringan penyedia layanan tersebut.
  • pemadaman jaringan terjadi saat jelajah, disebabkan oleh batas-batas area cakupan penyedia layanan atau penghalang dari geografi, dan layanan juga dapat terganggu didalam bangunan yang lebih besar karena itu juga merupakan sebuah gangguan.
Sumber :

Read More >>

Jumat, 28 Oktober 2011

Networking dan Internetworking

Jaringan yang terbentuk di dalam sistem terdistrinbusi dibangun dari berbagai macam media transmisi, termasuk kabel, transmisi fiber optis, maupun jaringan menggunakan sistem wireless; hardware yang didalamnya termasuk routers, switch, bridge, hub, repeater, dan network interface lainnya selain itu software yang termasuk di dalamnya protokol stack, pengatur komunikasi, dan driver. Seluruh fungsi dan performa dari sistem terdistribusi tergantung dari seluruh aspek yang ada pada ketiga unsur diatas.

Kita harus menghubungkan antara fungsionalitas hardware dan software yang menyediakan fasilitas komunikasi untuk sistem terdistribusi, hal semacam ini disebut dengan communication subsystem. Komputer dan semua peripheral lain yang menggunakan jaringan untuk tujuan komunikasi disebut sebagai host. Sedangkankan istilah node digunakan untuk semua komputer dan switch yang termasuk ke dalam sebuah jaringan.

Internet adalah sebuah subsystem komunikasi tunggal yang menyediakan komunikasi antara semua host yang terkoneksi ke dalam jaringan tersebut. Internet dibangun dari beberapa subnet yang di dalamnya menggunakan berbagai macam teknologi jaringan. Subnet adalah serangkaian node yang saling terkoneksi, yang kesemuanya menggunakan teknologi yang sama untuk terkoneksi satu sama lain. infrastruktur internet termasuk arsitektur, hardware dan software yang secara efektive terintegrasi dalam berbagai subnet ke dalam sebuah komunikasi data tunggal.

Desain komunikasi dari subsystem sangat tergantung dengan karkteristik dari sistem operasi yang digunakan pada komputer, sistem terdistribusi memkomposisikan semua jaringan tersebut dan membuat mereka mampu terhubung satu sama lain.
Permasalahan Jaringan untuk Sistem Terdistribusi
Komputer generasi awal sengaja dibentuk untuk bertemu dengan sedikit jaringan, dengan aplikasi yang relative simple. Aplikasi jaringan seperti file transfer, remote login, surat elektronik dan newsgroup masih mampu dijalankan. Kelanjutan dari pengembangan sistem terdistribusi dengan dukungan untuk aplikasi program terdistribusi mampu melakukan share file dan resource lain, selain itu mempunyai standar yang lebih tinggi dalam hal performance untuk untuk bertemu dengan berbagai macam aplikasi lain yang lebih interaktif dan kompleks.

Semakin kedepan, dengan semakin berkembangnya komunikasi serta komersialisasi dari internet dan munculnya model-model baru yang digunakan, model-model tersebut meningkatkan kebutuhan secara drastis dalam hal realibility, scalability, mobility, security dan quality of service .
Performance, parameter performa jaringan yang paling diperhatikan adalah performa yang mempengaruhi kecepatan sebuah pesan individu dapat disalurkan antara dua komputer yang saling terhubung. Beberapa komponen parameter tersebut antara lain adalah latency dan data transfer rate.
Latency, adalah jeda yang muncul setelah pengiriman dijalankan dan sebelum data mulai tersedia pada tujuan. Hal tersebut dapat diukur sebagai waktu yang dibutuhkan untuk mentransfer pesan yang kosong.
Data transfer rate, adalah kecepatan dimana data dapat dikirimkan antara dua komputer di dalam jaringan seketika setelah transmisi dilaksanakan, biasanya diukur dalam ukuran bits per second.

Mengikuti berbagai macam definisi di atas, maka waktu yang dibutuhkan suatu jaringan untuk mengirimkan pesan yang di dalamnya terdapat beberapa bits data antara dua komputer dapat dirumuskan sebagai:
Message transmission time = latency + length / data transtfer rate
Persamaan di atas valid untuk pesan yang panjangnya tidak melebihi maksimum, ditentukan oleh teknologi network yang digunaan. Pesan yang lebih panjang disegmentasikan dan waktu transmisi adalah penjumlahan dari waktu ditambah dengan waktu untuk melakukan segmentasi.

Transfer rate dari jaringan ditentukan oleh karakteristik fisikm termasuk dengan latency yang ditentukan oleh software, delay pada saat routing, dan load-dependent. Banyak pesan yang dikirimkan antara proses dalam sistem terdistribusi sangat kecil dalam ukurannya.

Total system bandwidth, dari jaringan diukur dengan throughput – total volume dari trafik yang dapt dikirimkan melalui jaringan pada suatu waktu yang dibutuhkan. Dalam berbagai macam teknologi LAN Local Area Network, seperti ethernet, kapasitas transmisi total dari sebuah jaringan digunakan oleh setiap transmisi dam sistem bandwidth sama dengan data transfer rate. Tetapi pada WAN Wide Area Network pesan dapat ditransmisikan pada banyak channel secara simultan. Dan bandwidth total dari sistem tidak memiliki hubungan langsung dengan transfer data rate.

Scalability, jaringan komputer adalah bagian yang tidak tergantikan pada infrastruktur peradaban modern. Perkembangan jumlah host komputer meningkat pesat dalam waktu dua puluh tahun terakhir. Potensi ukuran internet ke depan bisa di bandingkan dengan jumlah populasi total di muka bumi. Hal tersebut sama saja dengan beberapa juta node dan ratusan juta host yang aktif.

Hal tersebut mengindikasikan perubahan besar dalam hal jumalah dan beban yang ditanggung oleh internet harus segera diatasi. Teknologi jaringan yang ada walau bagaimanapun tidak di desain untuk mampu mengatasi skala penggunaan bahkan untuk skala penggunaan sekarang ini. Tetapi internet tetap harus mampu bekerja secara baik. Beberapa substansi internet berubah, terutama pada hal pengalamatan addressing dan mekanisme routing yang di rencanakan mampu mengatasi peningkatan skala pertumbuhan internet.

Tidak ada bentuk trafik yang tersedia untuk internet, tetapi dampak dari trafik pada performa internet dapat diukur dari latency komunikasi. Hal menarik dari pengalaman dan sejarah yang sudah ada dari lantency di dalam internet dapat ditemukan dalam www.mids.org. Dalam sebuah referensi berjudul „the world wide wait‟, referensi tersebut memperlihatkan bahwa latency telah menurun dalam beberapa tahun terakhir, dari waktu rata-rata round sekitar 100ms menjadi 150ms. Tentu saja hal ini bervariasi antara satu tempat dengan tempat lainnya, dengan peak latency sekitar 400ms, tetapi mungkin saja hal tersebut bukanlah faktor utama yang menyebabkan delay muncul pada web user. Untuk mode aplikasi client-server sederhana seperti web, kita dapat memperkirakan pertumbuhan trafik secara proporsional dengan banyaknya pengguna yang aktif menggunakannya.

  • Reability, banyak aplikasi mampu untuk memperbaiki diri dari kesalahan komunikasi dan oleh sebab itu tidak membutuhkan garansi error free communication. End to end mendukung sudut pandang bahwa komunikasi subsystem membutuhkan tidak mempunyai error secara total. Deteksi komunikasi yang error dan koreksinya biasanya dilakukan oleh software pada level applikasi. Reliability dari kebanyakan transmisi fisik biasanya sangat tinggi.
  • Security, pertahanan level pertama yang diadopsi oleh banyak organisasi untuk mengamankan jaringan dan komputer adalah dengan menggunakan firewall. Firewall membuat batas pengamanan antara organisasi intranet dan jaringan lain yang ada dalam internet. Tujuan dari firewall adalah untuk melindungi resource di dalam semua komputer di dalam sebuah organisasi dari akses oleh pengguna dari luar yang dapat menggunakan, memproses dan mengontrol resource diluar dari firewall.
  • Mobility, biasanya pengalamatan dan skema routing dari internet dan jaringan lain dibentuk sebelum adanya mobil device, meskipun mekanisme yang ada dewasa ini telah mampu digunakan dan diadopsikan untuk alat-alat tersebut, namun dengan semakin berkembangnya mobile divice, mekanisme ini membutuhkan ekstensi yang lebih.
  • Quality of Service, applikasi yang mentransmisikan data multimedia membutuhkan bandwidth yang dapat diandalkan dan batas latency untuk channel komunikasi yang mereka gunakan. Beberapa aplikasi merubah kebutuhan mereka secara dinamis dan mengembangkan sistem quality of service.
  • Multicasting, kebanyakan komunikasi dalam sistem terdistribusi antara bagian-bagian pemroses, namun kadang-kadang juga membutuhkan model komunikasi one to many.
Read More >>

Jumat, 14 Oktober 2011

InfiLINK 2x2 a wireless Point-to-Point solution



Introduction

The InfiLINK 2x2 is a wireless Point-to-Point solution which combines high-speed capability, up to 300Mbps throughput, with a rich set of best-in-class features and benefits such as leading-edge radio protocols providing unrivalled spectral efficiency and wireless transmissions over distances in excess of 80 km.

Applications

Key applications of the InfiLINK 2x2 Family include:
  • 4G/LTE/WiMAX BTS High-capacity backhaul
  • WISP infrastructure backhaul
  • Building-to-building connectivity at Fast Ethernet speeds
  • Redundant Cellular backhaul,  multiple E1/T1 TDM & Ethernet/IP transport
  • A cost-effective alternative for legacy microwave links or wired leased lines
  • WISP Internet POP for remote  areas
  • NLOS backhauling using lower  frequency bands
  • Reliable backup for fiber lines,  high-speed FSO or millimeter- wave links


line
line

Frequency Bands

  • 2.3 - 2.6 GHz
  • 3.4 - 3.7 GHz
  • 4.9 - 6.4 GHz

Read More >>

Senin, 10 Oktober 2011

Over the Air Programming (OTA)



The concept of Wireless Programming or commonly know as Programming Over the Air (OTA) has been used in the past years overall for the reprogrammation of mobile devices such as cell phones. However, with the new concepts of Wireless Sensor Networks and the Internet of Things where the networks consist of hundreds or thousands of nodes OTA is taken to a new direction, and for the first time it is applied using unlicensed frequency bands (2.4GHz, 868MHz, 900MHz) and with low consumption and low data rate transmission using protocols such as 802.15.4 and ZigBee.

Read More >>

Rabu, 05 Oktober 2011

Sharing menggunakan "WirelessGet" dapat menghemat Waktu dan Eliminasi File Corruption dengan Resume Capability

Forum Teknologi Wi-Fi baru saja merilis aplikasi file sharing "Wireless Get Nirkabel" melalui situsnya wirelessget.com. Versi sebelumnya dan anda dapat meng-upgrade ke versi baru. Fitur yang paling menarik tentang Wireless Get Nirkabel ini adalah kemampuannya untuk menyalin atau mengikutinya melalui Wireless / Wi-Fi file atau folder dengan kemampuan melanjutkan (redirect) dengan kecepatan yang fenomenal. Itu bisa dari drive jaringan, hard drive, USB stick, DVD / CD atau media penyimpanan lainnya (Termasuk kabel LAN).

SelamaAnda memiliki akses ke dan pemilik memperbolehkan untuk berbagi (share) dengan slave,  melalui Wi-Fi publik atau swasta, Wi-Fi hotspot satu lokasi atau jalur akses pun tanpa terkecuali.

File sharing nirkabel (Wireless) akhir-akhir ini sangat meningkat karena popularitas dan integrasi teknologi Wi-Fi desktop dan komputer mobile (laptop atau notebook), PDA dan bahkan ponsel pun kini telah mengadopsi Wifi yang telah disediakan oleh produsen.

Kebanyakan orang menyebutnya teknologi ini sebagai nirkabel atupun wireless, dan apa teknologi yang baik itu, tidak lagi terbatas pada desktop, kita di rumah atau dikantor pun dapat menjelajahi internet. Kita sekarang dapat berada dalam, restoran, hotel, taman, atau bahkan dikereta api dan pesawat terbang, kita masih bisa mengecek email kita, keluarga dan teman-teman, melakukan bisnis atau menjalankan remote server dan mengelola website dengan mudah.

Karena itu, setiap teknologi baru tidak pernah datang tanpa masalah seperti tumbuhnya  gigi para balita, dan Wi-Fi pun tidak jauh berbeda, salah satu masalahnya adalah dalam file sharing, bahkan semua sistem operasi termasuk Microsoft Windows.

Download This File
Read More >>