Minggu, 04 Maret 2012

Installation XAMPP on Linux (Ubuntu 11.04)

First of all you need to download the XAMPP for Linux form Apachi Friends. here is the link for it :http://www.apachefriends.org/en/xampp-linux.html
Before installation , its better to have a MD5 check.To do that you need to login as root user.
1) Now press (Clrt+Alt+T) to open Terminal window
then type sudo -s -H
it will ask your password after that
2) type md5sum xampp-linux-1.7.4.tar.gz
the displaying MD5 should be 7d83c9829d8c79d43ea607e5b009dc58
3) Now you should extract the downloaded archive file to /pot directory
command: tar xvfz xampp-linux-1.7.4.tar.gz -C /opt
You shouldn’t use any extracting tool to extract the archive, it won’t work.And if you already installed a XAMPP version, it will overwritten by this command.Now XAMPP is installed below the /opt/lampp directory.
Now you can check whether XAMPP is working.
  • command: sudo /opt/lampp/lampp start
you will see a message like this


Ok now XAMPP is working :D .But still there is a problem. Your php testing folder is “htdocs”. You can simply move into it  File System–>opt–>lampp–>htdocs. You will noticed that it won’t allow you to put .php file or any thing. Because you haven’t owe the permission yet. Because it belongs to root user.

Change the ownership XAMPP to your user account!

In this case also you need to login as root user.
  1. Now press (Clrt+Alt+T) to open Terminal window
  2. command: sudo -s -H
  3. Now move to lampp folder
  4. command: cd /opt/lampp/
  5. command: chown -R yourUserName:yourUserName htdocs
  6. Important: Here yourUserName is just your user account name of Linux
  7. Also you need to associate ownership of your Linux username with the Apache configuration. In this case move to “etc” folder:
  8. command: cd /opt/lampp/etc/
  9. Now you are in the etc directory. Type gedit httpd.conf. This will show the Linux text editor.
  10. command: gedit httpd.conf
But be careful when editing; a single mistake can make the Apache web server inoperable.
Then find (press Ctrl+F) the following line in that text file..
The text file look like this…
==========================
User nobody
Group nogroup
</IfModule>
</IfModule>
===========================
Change this to:
==========================
User yourUserName
Group nogroup
</IfModule>
</IfModule>
==========================
A picture of the text file on my computer…

Now you can reboot the computer..
  • After that open the terminal (Ctrl+Alt+T)
  • then start XAMPP
    command: sudo /opt/lampp/lampp start
  • Then go to firefox type this on address bar http://localhost/
  • It will take you to the XAMPP welcome page..
  • Now you can start programming php scripts.. put your PHP script files into “htdocs” folder as I mentioned earlier.
  • If your php script name is test.PHP ,type this on address bar of firefox.
  • http://localhost/test.PHP
If you are a beginner and want an test php script.Here it is…
See you in post with How to configure MySQL database (phpMyAdmin) in XAMPP“
Thank's for Gihan
Read More >>

Jumat, 11 November 2011

Perbedaan Sistem Terstruktur Dengan Pendekatan Perancangan Berorientasi Objek

Pendekatan perancangan sistem Terstruktur merupakan metode yang pendekatannya pada proses, karena metode ini mencoba melihat sistem dari sudut pandang logical dan juga melihat data sebagai sumber proses. Di dalam penggambaran datanya, metode ini menggunakan Data Flow Diagram (DFD), Normalisasi, E-R Diagram(ERD) dan lainnya.

Pendekatan perancangan system berorientasi Objek menekankan pada data dan proses dan dapat membantu memudahkan dalam memecahkan permasalahan karena hal ini sangat baik untuk deskripsi dari setiap entitas. Karena informasi dari encapsulation, perancangan berorientasi objek umumnya mengarah ke sistem dimana sistem data yang kurang atau mungkin rusak dalam hal error program.

Pendekatan terstruktur lebih dikenal dengan Structured Analisys and Design (SSAD), sedangkan pendekatan berorientasi objek disebut dengan Object-oriented Analysis and Design (OOAD).

Pendekatan terstruktur lebih mengarah pada pendekatan fungsional. Pada pendekatan berorientasi objek lebih melakukan pendekatan pada objek. Objek merupakan identitas berarti bahwa data diukur mempunyai nilai tertentu yang membedakan entitas.

Pendekatan terstruktur melakukan dekomposisi permasalahan berdasarkan fungsi atau proses secara hirarki, mulai dari konteks sampai proses-proses yang paling kecil sedangkan pada pendekatan berorientasi objek, dekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan objek-objek yang ada dalam sistem.

Pendekatan pengembangan sistem secara terstruktur lebih sulit digunakan dalam pembangunan sistem karena beberapa tools yang digunakan tidak cukup untuk mengkomunikasikan dengan pengguna, sehingga sangat sulit bagi pengguna untuk melakukan evaluasi. Dibandingkan dengan metode SSAD, OOAD lebih mudah digunakan dalam pembangunan system.

Beberapa keunggulan pendekatan terstruktur dibandingkan dengan pendekatan berorientasi objek adalah pendekatan terstruktur tidak fokus pada koding, sedangkan pendekatan berorientasi objek cenderung fokus terhadap koding. Keunggulan yang lain adalah pada pendekatan terstruktur lebih menekankan pada kinerja tim, sedangkan pendekatan berorientasi tidak.

Kelebihan dan Kekurangan dari Pendekatan Perancangan Sistem Terstruktur Dengan Pendekatan Perancangan Berorientasi Objek

METODE TERSTRUKTUR
Kelebihan
  1. Milestone diperlihatkan dengan jelas yang memudahkan dalam manajemen proyek
  2. SSAD merupakan pendekatan visual, ini membuat metode ini mudah dimengerti oleh pengguna atau programmer.
  3. Penggunaan analisis grafis dan tool seperti DFD menjadikan SSAD menjadikan bagus untuk digunakan.
  4. SSAD merupakan metode yang diketahui secara umum pada berbagai industry.
  5. SSAD sudah diterapkan begitu lama sehingga metode ini sudah matang dan layak untuk digunakan.
  6. SSAD memungkinkan untuk melakukan validasi antara berbagai kebutuhan
  7. SSAD relatif simpel dan mudah dimengerti.
Kekurangan
  1. SSAD berorientasi utama pada proses, sehingga mengabaikan kebutuhan non-fungsional.
  2. Sedikit sekali manajemen langsung terkait dengan SSAD
  3. Prinsip dasar SSAD merupakan pengembangan non-iterative (waterfall), akan tetapi kebutuhan akan berubah pada setiap proses.
  4. Interaksi antara analisis atau pengguna tidak komprehensif, karena sistem telah didefinisikan dari awal, sehingga tidak adaptif terhadap perubahan (kebutuhan-kebutuhan baru).
  5. Selain dengan menggunakan desain logic dan DFD, tidak cukup tool yang digunakan untuk mengkomunikasikan dengan pengguna, sehingga sangat sliit bagi pengguna untuk melakukan evaluasi.
  6. Pada SAAD sliit sekali untuk memutuskan ketika ingin menghentikan dekomposisi dan mliai membuat sistem.
  7. SSAD tidak selalu memenuhi kebutuhan pengguna.
  8. SSAD tidak dapat memenuhi kebutuhan terkait bahasa pemrograman berorientasi obyek, karena metode ini memang didesain untuk mendukung bahasa pemrograman terstruktur, tidak berorientasi pada obyek (Jadalowen, 2002).
METODE BERORIENTASI OBYEK
Kelebihan
  1. Dibandingkan dengan metode SSAD, OOAD lebih mudah digunakan dalam pembangunan sistem
  2. Dibandingkan dengan SSAD, waktu pengembangan, level organisasi, ketangguhan,dan penggunaan kembali (reuse) kode program lebih tinggi dibandingkan dengan metode OOAD (Sommerville, 2000).
  3. Tidak ada pemisahan antara fase desain dan analisis, sehingga meningkatkan komunikasi antara user dan developer dari awal hingga akhir pembangunan sistem.
  4. Analis dan programmer tidak dibatasi dengan batasan implementasi sistem, jadi desain dapat diformliasikan yang dapat dikonfirmasi dengan berbagai lingkungan eksekusi.
  5. Relasi obyek dengan entitas (thing) umumnya dapat di mapping dengan baik seperti kondisi pada dunia nyata dan keterkaitan dalam sistem. Hal ini memudahkan dalam mehami desain (Sommerville, 2000).
  6. Memungkinkan adanya perubahan dan kepercayaan diri yang tinggi terhadap kebernaran software yang membantu untuk mengurangi resiko pada pembangunan sistem yang kompleks (Booch, 2007).
  7. Encapsliation data dan method, memungkinkan penggunaan kembali pada proyek lain, hal ini akan memperingan proses desain, pemrograman dan reduksi harga.
  8. OOAD memungkinkan adanya standarisasi obyek yang akan memudahkan memahami desain dan mengurangi resiko pelaksanaan proyek.
  9. Dekomposisi obyek, memungkinkan seorang analis untuk memcah masalah menjadi pecahan-pecahan masalah dan bagian-bagian yang dimanage secara terpisah. Kode program dapat dikerjakan bersama-sama. Metode ini memungkinkan pembangunan software dengan cepat, sehingga dapat segera masuk ke pasaran dan kompetitif. Sistem yang dihasilkan sangat fleksibel dan mudah dalam memelihara.
Kekurangan
  1. Pada awal desain OOAD, sistem mungkin akan sangat simple.
  2. Pada OOAD lebih fockus pada coding dibandingkan dengan SSAD.
  3. Pada OOAD tidak menekankan pada kinerja team seperti pada SSAD.
  4. Pada OOAD tidak mudah untuk mendefinisikan class dan obyek yang dibutuhkan sistem.
  5. Sering kali pemrogramam berorientasi obyek digunakan untuk melakukan anlisisis terhadap fungsional siste, sementara metode OOAD tidak berbasis pada fungsional sistem.
  6. OOAD merupakan jenis manajemen proyek yang tergolong baru, yang berbeda dengan metode analisis dengan metode terstruktur. Konsekuensinya adalah, team developer butuh waktu yang lebih lama untuk berpindah ke OOAD, karena mereka sudah menggunakan SSAD dalam waktu yang lama ( Hantos, 2005).
  7. Metodologi pengembangan sistem dengan OOAD menggunakan konsep reuse. Reuse merupakan salah satu keuntungan utama yang menjadi alasan digunakannya OOAD. Namun demikian, tanpa prosedur yang emplisit terhadap reuse, akan sangat sliit untuk menerapkan konsep ini pada skala besar (Hantos, 2005)[sumber]
Read More >>