Sabtu, 10 Maret 2012

Web Server

Web server ataupun Server web dapat merujuk baik pada perangkat keras ataupun perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol komunikasi HTTP atau HTTPS atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu situs web dalam layanan ke pengguna dengan menggunakan aplikasi tertentu seperti peramban web.

Penggunaan paling umum server web adalah untuk menempatkan situs web, namun pada prakteknya penggunaannya diperluas sebagai tempat peyimpanan data ataupun untuk menjalankan sejumlah aplikasi kelas bisnis.

Fungsi utama sebuah server web adalah untuk mentransfer berkas atas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan. Disebabkan sebuah halaman web dapat terdiri atas berkas teks, gambar, video, dan lainnya pemanfaatan server web berfungsi pula untuk mentransfer seluruh aspek pemberkasan dalam sebuah halaman web yang terkait; termasuk di dalamnya teks, gambar, video, atau lainnya.

Pengguna, biasanya melalui aplikasi pengguna seperti peramban web, meminta layanan atas berkas ataupun halaman web yang terdapat pada sebuah server web, kemudian server sebagai manajer layanan tersebut akan merespon balik dengan mengirimkan halaman dan berkas-berkas pendukung yang dibutuhkan, atau menolak permintaan tersebut jika halaman yang diminta tidak tersedia.

saat ini umumnya server web telah dilengkapi pula dengan mesin penerjemah bahasa skrip yang memungkinkan server web menyediakan layanan situs web dinamis dengan memanfaatkan pustaka tambahan seperti PHP, ASP.

Pemanfaatan server web saat ini tidak terbatas hanya untuk publikasi situs web dalam Waring Wera Wanua, pada prakteknya server web banyak pula digunakan dalam perangkat-perangkat keras lain seperti printer, router, kamera web yang menyediakan akses layanan http dalam jaringan lokal yang ditujukan untuk menyediakan perangkat manajemen serta mempermudah peninjauan atas perangkat keras tersebut.
Read More >>

Selasa, 06 Maret 2012

Pengertian Jaringan Wireless (Asumsi)

Beberapa Asumsi Dasar
Diketahui bahwa Perlengkapan WiFi mempunyai batasan jarak komunikasi sekitar 5-8km, jika lebih dari itu maka kekuatan atau daya nya akan melemah, beberapa asumsi tersebut adalah :
1. Jarak jangkauan komunikasi WiFi sekitar 5-8 km
2. Kemungkinan Akses point berada di ISP
Pada ISP, hubungan internet mereka mungkin menggunakan media telekomunikasi yang berbeda khususnya untuk hubungan dengan jarak cukup jauh, Contoh :
1. Fiber Optic
2. Microwave links
3. VSAT links
Perlengkapan WLAN untuk digunakan diluar ruangan.
Dalam beberapa kasus, instalasi dan konfigurasi bervariasi, Pada dasarnya kita membutuhkan 4 benda untuk memasang WLAN :
1. PC router, dapat menggunakan Pentium I dan Pentium II dengan RAM 64 MB dan system operasi Linux
2. WLAN card, Beberapa orang menggunakan PCI card dengan konektor antenna diluar. Tidak semua WLAN card baik untuk dipakai diluar ruangan, beberapa type dari 3COM cards & COMPEX tanpa konektor antenna luar maka akan sulit di aplikasikan di luar ruangan.
3. Kabel Pigtail dengan coaxial kabel untuk menghubungkan PCI card dengan antenna
4. Sebuah antenna yang dibutuhkn untuk komunikasi.
Untuk beberapa USB WLAN card yang dibuat dengan antenna berfrekuensi 2,4 GHz, kamu membutuhkan beberapa benda untuk membuat jarak lebih jauh :
a. buat USB WLAN card menjadi tahan terhadap segala cuaca
b. buat kabel USB WLAN menjadi tahan terhadap segala cuaca
c. Letakkan USB WLAN card di depan reflector parabolic
ACCESS POINT di ISP umumnya diletakkan di tempat yang tinggi di atas tower 
Persiapan perlengkapan nirkabel jaringan tetangga.
Pada bagian Ini kita akan mendiskusikan persiapan untuk membangun jaringan tetangga dengan nirkabel. Pada dasarnya kita harus mempersiapkan beberapa perangkat keras seperti dibawah ini :
  1. PC yang dijadikan router
  2. Kartu Wireless LAN (WiFi)
  3. Kabel coaxial
  4. Antenna
  5. Switch / hub untuk LAN
Kita harus memutuskan system operasi apa yang akan digunakan untuk pendkung PC router. Biasanya menggunakan system operasi Linux , khususnya Linux mandrake yang mudah digunakan dan di install (pasang). Saat di jalankan pada text mode minimal kita gunakan Pentium I atau Pentium II yang dapat selalu digunakan sebaga router.

Perlengkapan Perangkat Keras
1. PC atau Personal Computer yang dapat dijadikan router atau gateway di antara jaringan nirkabel dan jaringan local tetangga, membutuhkan sesuatu yang sederhana seperti :
  • Pentium II 166MHz
  • Memory 64Mbyte
  • Hard drive 3Gbyte
2. Kartu Wireless LAN
Tidak semuar kartu wireless dapat digunakan untuk jarak yang jauh atau aplikasi diluar ruangan. Tapi ada juga beberapa kartu jaringan yang dapat digunakan untuk jaringan dengan jarak yang jauh dan menggunakan konektor antenna
3. Pigtail
Pada frekuensi 2,4 GHz kita biasanya menggunakan konektor tipe N untuk antenna dan kabel koaksial kita.
Antenna
Sebuah antenna luar biasanya digunakan untuk memperpanjang jangkauan. Antenna yang kita gunakan bervariasi tergantung dengan aplikasi atau kebutuhan yang akan kita gunakan. Umumnya kita membutuhkan. :
1. Sisi antenna client / pengguna, dapat menggunakan antenna jenis yagi, antenna parabolic dan antenna dengan menggunakan kaleng.
2. Sisi access point, dapat menggunakan antenna jenis omni atau sectoral antenna
Acces Point
Di ISP umumnya akses point digunakan untuk melayani client / pengguna jaringan nirkabel. Beberapa akses point mempunyai fungsi yang kompleks, seperti : DHCP server, Firewall, NAT dan Proxy server
Beberapa proteksi biasanya akses point dapat digunakan untuk membatasi akses MAC Address atau IP Address. (Sumber)

Read More >>

Kamis, 12 Januari 2012

Berapa Cepat Jaringan Wi-Fi?

Berapa Cepat Jaringan Wi-Fi?
Mungkin inilah yang sering dipertanyakan oleh seseorang yang akan belajar tentang jaringan, terutama pada jaringan wireless, termasuk saya juga yang sering menanyakan pertanyaan tersebut. Pertama, jaringan area lokal wireless (WLAN) memiliki fitur yang berbeda tingkat dalam kinerja tergantung pada standar Wi-Fi yang mereka dukung. WLAN 802.11b menawarkan bandwidth teoritis maksimum 11 Mbps. WLAN 802.11a dan 802.11g  menawarkan bandwidth teoritis hingga 54 Mbps. (Sebaliknya, Ethernets kabel biasa dijalankan pada 100 Mbps.).

Kinerja jaringan Wi-Fi dalam prakteknya tidak pernah mendekati maksimum teoritis. Jaringan 802.11b, misalnya, umumnya beroperasi tidak lebih cepat dari sekitar 50% dari puncak teoritis, atau 5,5 Mbps. Demikian juga, jaringan 802.11a dan 802.11g umumnya berjalan tidak lebih cepat dari 20 Mbps. Kesenjangan dalam kinerja secara teoritis dan praktis berasal dari overhead protokol, gangguan sinyal, dan termasuk jarak juga yang mempengaruhi. Selain itu, semakin banyak user yang berkomunikasi pada WLAN secara bersamaan, semakin lambat juga jaringannya.

Pada jaringan rumah, perlu diingat bahwa kinerja koneksi internet sering menjadi faktor pembatas dalam kecepatan jaringan. Meskipun file dapat dibagi pada wireless dengan kecepatan dari 5 atau 20 Mbps, klien wireless ini masih akan terhubung ke Internet pada kecepatan yang biasanya ditawarkan oleh Internet Service Provider (ISP), biasanya kurang dari 1 Mbps.

Akhirnya,vendor industri wireless terus ditingkatkan seperti mengembangkan teknologi WiMAX 802,16 yang menawarkan komunikasi wireless dengan kecepatan lebih cepat dan jangkauan lebih panjang.

Read More >>

Kamis, 05 Januari 2012

Cap Bandwidth pada Internet Service Provider (ISP)


Internet Service Provider (ISP)
kadang-kadang menempatkan batasan pada jumlah pelanggan data saat mengirim dan / atau menerima  data melalui koneksi Internet mereka. Ini sering disebut cap bandwidth.

Kuota Data Bulanan 

Comcast, salah satu ISP terbesar di AS, menerapkan kuota bulanan untuk pelanggan perumahan yang dimulai pada Oktober, 2008. Comcast cap pada masing-masing pelanggan untuk total 250 gigabyte (GB) dalam berlalu lintas (kombinasi dari download dan upload) per bulan. Kecuali untuk Comcast, Internet provider di Amerika Serikat biasanya tidak memaksakan kuota data bulanan walaupun prosesnya cenderung lebih umum di beberapa negara lain.

Pemerlambat Bandwidth
Rencana layanan untuk akses internet broadband dengan kecepatan koneksi tingkat normal mereka, sebagai tingkat bandwidth tertentu seperti 1 Mbps atau 5 Mbps. Selain mempertahankan koneksi yang teratur mencapai data rate pun mereka diiklankan, beberapa penyedia layanan broadband menempatkan teknologi tambahan ke dalam jaringan mereka secara aktif mencegah koneksi menjadi lebih cepat daripada peringkat mereka. Sedangkan jenis throttling dikelola oleh modem broadband.

Throttling bandwidth dinamis dapat diterapkan pada jaringan, seperti untuk membatasi kecepatan koneksi selama waktu tertentu dalam sehari.


Throttling bandwidth juga dapat dilakukan oleh penyedia pada basis per aplikasi. ISP memiliki sebagian rekan terutama yang ditargetkan sebagai aplikasi Per to Per (P2P) untuk throttling, yang karena popularitas mereka dapat membebani jaringan mereka sendiri. Untuk membantu file share tetap dalam batas penggunaan wajar, semua aplikasi P2P populer termasuk pilihan untuk throttling bandwidth yang mereka konsumsi.

Jenis lain Caps Bandwidth
Lama ataupun lemot, Internet dengan kecepatan rendah seperti koneksi 'dial up' tidak mencekik bandwidth tetapi secara inheren dibatasi oleh teknologi modem mereka dengan kecepatan 56 Kbps.

Sementara yang Individu mungkin mendapat batas bandwidth pribadi yang diterapkan ke account mereka sebagai tindakan disipliner oleh penyedia.
Read More >>

Selasa, 03 Januari 2012

Cara Untuk Set Up/Setting (Pengaturan) Router Pada Jaringan Rumah

Panduan ini menjelaskan cara mengatur router untuk jaringan komputer rumah. Nama-nama yang tepat pada pengaturan konfigurasi router jaringan memang berbeda-beda tergantung pada model dan apakah itu kabel atau nirkabel. Namun, prosedur umum ini akan memandu Anda melalui proses untuk jenis rumahan pada umumnya.

Tingkat kesulitan dalam pengaturan ini tergolong rata-rata, karena tidaklah terlalu sulit seperti yang anda bayangkan, untuk waktu sendiri yang anda butuhkan hanya sekitar 1 jam saja.


Inilah Cara Bagaimana Cara Set Up Router Anda:
  1. Pilih lokasi yang nyaman untuk mulai memasang router seperti ruang terbuka di lantai atau meja. Ini semua tidak perlu dijadikan lokasi permanen, sedangkan khusus untuk router nirkabel, Anda mungkin merasa perlu untuk kembali ke posisi unit awal karena sinyal tidak dapat mencapai semua area yang dibutuhkan. Pada awalnya, yang lebih baik untuk memilih lokasi mana itu yang termudah untuk bekerja dengan router dan jangan khawatir tentang penempatan akhir nanti.
  2. Hubungkan sumber tenaga listrik router, kemudian hidupkan router dengan menekan tombol power.
  3. (Opsional) Hubungkan modem internet Anda ke router. Sebagian besar jaringan modem terhubung melalui kabel Ethernet tapi koneksi USB sekarang sudah menjadi semakin umum. Kabel dihubungkan ke jack router bernama "WAN" atau "uplink" atau "Internet." Setelah menghubungkan kabel, pastikan untuk siklus power (mematikan dan menghidupkan kembali/restart) modem untuk memastikan router mengenalinya.
  4. Menghubungkan satu komputer ke router. Bahkan jika router model nirkabel, menghubungkan komputer ini pertamanya harus ke router melalui kabel jaringan. Menggunakan kabel saat instalasi router guana memastikan keandalan maksimum dari hardware tersebut. Setelah instalasi router nirkabel selesai, komputer dapat diubah ke sambungan nirkabel jika diinginkan.
  5. Buka tools administrasi router. Dari komputer yang terhubung ke router, pertama Anda harus membuka Web browser. Lalu masukkan alamat router untuk administrasi jaringan dalam bidang alamat Web dan tekan kembali untuk mencapai halaman home router.
  6. Kebanyakan router dapat dilihat dengan baik alamat Web "http://192.168.1.1" atau "http://192.168.0.1" Konsultasikan dokumentasi router Anda untuk menentukan alamat yang tepat untuk model router Anda. Perhatikan bahwa Anda tidak perlu koneksi internet untuk langkah ini.
  7. Login ke router. Halaman home router akan meminta Anda untuk memasukkan username dan password. Keduanya disediakan dalam dokumentasi router tersebut. Anda harus mengubah password router untuk alasan keamanan, tetapi lakukan ini setelah instalasi selesai untuk menghindari komplikasi yang tidak perlu selama konfigurasi dasar.
  8. Jika Anda ingin router Anda terhubung ke Internet, Anda harus memasukkan informasi koneksi internet ke dalam bagian konfigurasi router (lokasi yang tepat bervariasi). Jika menggunakan DSL Internet, Anda mungkin perlu memasukkan username dan password PPPoE. Demikian juga, jika Anda telah mengeluarkan alamat IP statis dengan operator Anda, IP statis (termasuk network mask dan gateway) yang telah diberikan kepada Anda oleh penyedia.
  9. Jika Anda menggunakan komputer utama atau jaringan yang lebih lama untuk menghubungkan ke Internet, Provider Anda mungkin meminta Anda untuk memperbarui alamat MAC dari router dengan alamat MAC perangkat Anda yang digunakan sebelumnya.
  10. Jika ini adalah router nirkabel, mengubah nama jaringan (sering disebut SSID). Sementara router default yang belum disetting, maka nama jaringan ditetapkan pada pabrik, Anda pasti tidak akan pernah ingin menggunakan nama ini pada jaringan Anda. Dan Anda pasti ingin merubahnya bukan?
  11. Verifikasi sambungan jaringan Anda telah berkerja antara satu komputer dengan router. Untuk melakukan ini, Anda harus memastikan bahwa komputer telah menerima informasi alamat IP dari router.
  12. (Jika ada) Pastikan satu komputer Anda dapat terhubung ke Internet dengan benar. Buka Web browser Anda dan mengunjungi beberapa situs internet seperti http://mekhels.com
  13. Menghubungkan komputer tambahan untuk router yang diperlukan. Jika menghubungkan secara nirkabel, pastikan nama jaringan (SSID) dari masing-masing komputer cocok dengan router.
  14. Tahap akhir adalah konfigurasikan fitur keamanan jaringan tambahan yang Anda diinginkan untuk menjaga sistem Anda terhadap penyerang Internet dalam dunia maya.

Tips:
Saat menghubungkan perangkat dengan kabel jaringan, pastikan setiap akhir kabel terhubung erat. Kabel longgar adalah salah satu sumber yang paling umum dari masalah-masalah dalam pengaturan jaringan.

Apa yang Anda Butuhkan
  • Sebuah router jaringan (nirkabel atau kabel)
  • Jaringan adapter diinstal pada semua perangkat untuk terhubung ke router
  • Modem Internet (opsional)
  • Web browser terinstall minimal satu komputer dalam jaringan

Read More >>

Senin, 02 Januari 2012

Kinerja Jaringan TCP / IP - Benchmark dan Tools

Utilitas perangkat lunak yang mengukur kinerja TCP / IP pada tingkat aplikasi atau protokol dapat membantu dalam benchmarking, tips dan tuning koneksi jaringan baik lokal dan Internet. Kelima program tersebut adalah salah satu alat tolok ukur yang paling populer dan terbukti dalam melakukan pekerjaan, kelima program tersebut yaitu:

Netperf
Seorang insinyur di Hewlett-Packard mengembangkan Netperf untuk membantu komunitas jaringan Unix sebagai pembandingan beberapa tahun yang lalu, dan ini merupakan perangkat sebagai acuan tetap yang populer di lingkungan Unix / Linux saat ini.

NetSpec
NetSpec berusaha untuk menerapkan skenario yang lebih realistis berupa pengujian kinerja jaringan dari utilitas standar oleh acocunting untuk arus lalu lintas variabel. NetSpec adalah sebuah proyek penelitian akademik yang meliputi sumber kode.

Nettest

Nettest adalah latency sederhana dan tolok ukur dari kinerja bendwidth untuk point-to-point koneksi TCP pada Solaris dan Linux.

ttcp

Test TCP (ttcp) merupakan pembanding Alat untuk mengukur kinerja jaringan di tingkat TCP dan UDP. Awalnya dikembangkan untuk Unix, ttcp juga telah digunakan pada porting ke Windows dan sistem operasi lain.

DBS - Sistem Terdistribusi benchmarkSistem Terdistribusi benchmark (DBS) adalah patokan kinerja alat untuk TCP / IP jaringan yang mencoba untuk memperluas kemampuan alat-alat lain dalam kategori ini. DBS mendukung pengendalian transmisi ulang dan menghindari kemacetan evaluasi kinerja di beberapa sambungan dinamis.
Read More >>

Rabu, 28 Desember 2011

Berbagi Dekstop (Layar) Mac dalam Jaringan Anda

Berbagi layar adalah proses yang memungkinkan pengguna di komputer remote untuk melihat apa yang terjadi pada layar Mac Anda. Berbagi layar mac juga memungkinkan Anda untuk jarak jauh melihat dan mengambil kendali layar Mac lain.

Ini dapat sangat berguna untuk mendapatkan atau memberikan bantuan dengan pemecahan berbagai masalah, mendapatkan jawaban atas pertanyaan tentang bagaimana menggunakan aplikasi, atau hanya mengakses sesuatu di Mac Anda dari komputer lain.

Mac datang dengan built-in kemampuan layar berbagi, yang dapat diakses dari panel preferensi Berbagi. Kemampuan layar berbagi Mac didasarkan pada protokol (Virtual Network Computing) VNC, yang berarti Anda tidak hanya dapat menggunakan Mac untuk melihat layar Anda, Anda juga dapat menggunakan komputer yang memiliki klien VNC diinstal.

Mengatur Layar Berbagi pada Mac Anda
Mac menawarkan dua metode pengaturan berbagi layar, pertama yaitu Screen Sharing dan lainnya disebut Remote Management. Keduanya benar-benar menggunakan sistem VNC yang sama untuk memungkinkan berbagi layar. Perbedaannya adalah bahwa metode Remote Management juga termasuk dukungan untuk aplikasi Remote Desktop Apple, sebuah aplikasi untuk-biaya yang digunakan dalam lingkungan komersial banyak untuk memungkinkan staf remote untuk memecahkan masalah dan mengkonfigurasi Mac. Pada artikel ini, kita akan berasumsi bahwa Anda akan menggunakan Berbagi Layar secara dasar, yang lebih sering digunakan untuk kebanyakan rumah dan pengguna bisnis kecil.
1. Peluncuran System Preferences baik dengan mengklik ikon System Preferences pada Dock, atau memilih System Preferences dari menu Apple.
2. Klik panel preferensi Berbagi di jendela System Preferences.
3. Beri tanda centang di samping layanan Layar Berbagi.
4. Klik tombol Setting Komputer.
5. Pada panel Settings, beri tanda centang di samping 'VNC' pemirsa dapat mengontrol layar dengan password.
6. Masukkan password yang akan digunakan ketika remote user mencoba untuk terhubung ke Mac Anda.
7. Klik tombol OK.
8. Pilih pengguna yang akan diizinkan untuk mengakses layar Mac. Anda dapat memilih 'Semua pengguna' atau 'Hanya pengguna tertentu.' Dalam kasus ini, 'pengguna' mengacu pada pengguna Mac pada jaringan lokal Anda. Tentukan pilihan Anda.
9. Jika Anda memilih 'Hanya pengguna tertentu‘ menggunakan plus (+) tombol untuk menambahkan pengguna yang tepat untuk daftar.
10. Ketika Anda selesai, Anda dapat menutup panel preferensi Berbagi.
Setelah Anda memiliki layar berbagi diaktifkan, komputer lain pada jaringan lokal Anda akan dapat mengakses desktop Mac.
Read More >>

Selasa, 20 Desember 2011

"Duplicate Name Exists" sebuah kesalahan pada Windows?

Setelah memulai komputer Microsoft Windows anda terhubung ke jaringan lokal, Anda mungkin melihat pesan kesalahan "Duplicate name exists." Apakah pesan kesalahan ini berarti, dan bagaimana Anda bisa mengatasinya?

oleh karena itu mari kita pahami peringatan tersebut, "Duplicate name exists." yaitu kesalahan yang menunjukkan nama (NetBIOS) dari konflik komputer Windows dengan beberapa nama lain pada jaringan. Paling umum, ini terjadi ketika komputer lain sesama Windows pada jaringan lokal yang menggunakan nama sama. Kesalahan ini juga dapat terjadi ketika salah satu kelompok kerja Windows yang terhubung memiliki nama yang sama dengan komputer.

"Duplicate name exists." kesalahan ini berguna untuk mencegah komputer Windows saat terkoneksi dengan jaringan. Komputer akan start up dan fungsi dalam modus offline saja. Untuk mengatasi kesalahan ini, cukup mengubah nama komputer ke salah satu yang tidak digunakan oleh komputer lokal lainnya (atau Windows workgroup), lalu reboot.

Perhatikan bahwa administrator jaringan juga harus memverifikasi Windows Internet Naming Service (WINS) agar selalu up to date. Pada sedikit kasus yang ada, "Duplicate name exists" merupakan kesalahan palsu yang dilaporkan ketika informasi lama disimpan dalam database WINS.
Read More >>

Selasa, 06 Desember 2011

Perbedaan dasar SWITCH dengan HUB

  • Switch : jalur data nya 2 arah jadi kemungkinan tidak akan tabrakan data dan tidak lelet.
  • Hub : jalur data nya searah jadi kemungkinan lelet

Apa itu Hub dan Switch
Switch ialah sebuah perangkat keras yang memungkinkan terjadinya distribusi packet data antar komputer dalam jaringan dan mampu untuk mengenali topologi jaringan di banyak layer sehingga packet data dapat langsung sampai ke tujuan.

Hub ialah perangkat jaringan yang sederhana. Hub tidak mengatur alur jalannya data di jaringan, jadi setiap packet data yang melewati Hub akan dikirim (broadcast) ke semua port yang ada hingga packet data tersebut sampai ke tujuan. Hal tersebut dapat membuat hub menjadi collisions dan memperlambat jaringan. (Hub juga sering dikenal dengan nama repeater).

Switch dan Hub sebenarnya memiliki fungsi yang sama, karena dengan menggunakan salah satu diantaranya kita tetap bisa membuat Jaringan Komputer, tapi penggunaan Switch akan lebih cepat daripada Hub apalagi bila jaringan yang kita punya sangat besar.

Perbedaan Hub dan Switch
Perbedaan Hub dan Switch terletak dari bagaimana packet data / informasi yang dikirim kepada mereka diproses. Ketika data masuk atau datang ke Hub, Hub akan mengambil data tersebut dan akan mentransmisikannya ke setiap komputer yang terhubung ke Jaringan.

Tetapi lain halnya dengan Switch, ia akan menerima data tersebut dan hanya akan mengirimkannya ke komputer yang berkepentingan menerima data tersebut.

Penggunaan Switch akan memotong penggunaan bandwith jaringan anda secara signifikan, terutama bila kita memiliki jaringan dengan banyak komputer dan semuanya sibuk untuk mengirim dan menerima data disaat bersamaan. Keunggulan switch yang lain ialah data akan lebih aman dari aksi pencurian data dengan cara sniffer.

Lain halnya bila kita memiliki jaringan yang cukup besar, kita bisa menggunakan Switch dengan fitur managed. Managed Switch memiliki pilihan setting Admin dimana kita bisa membuat Virtual Lan (VLAN), menyetting kecepatan port, host dan pilihan lainnya.

Biasanya penggunaannya akan membutuhkan Web Browser atau command line dengan interface seperti telnet atau Shell untuk pengaksesan pengaturan Switch.


Sedangkan untuk Switch dengan fitur smart managed, adalah percampuran fitur antara managed dan unmanaged. Fungsinya hampir sama seperti managed tetapi menawarkan penggunaan yang lebih mudah, meskipun fitur ini tidak memiliki fitur sebanyak managed Switch

Jadi apapun yang ingin anda gunakan adalah sesuai dari kebutuhan yang ada, kalo itu koneksi hanya menggunakan 5 komputer, maka gak ada salahnya anda menggunakan Hub, daripada anda menggunakan Switch.
Read More >>

Jumat, 02 Desember 2011

OTA Overview of Note the participants

From the mobile client's perspective, in concept OTA is simply a matter of finding an interesting application on the Web and initiating its download over the wireless network. In its simplest form, OTA is pretty straightforward, as Figure 1 illustrates:
figure 1
Figure 1 - Simplified View of an OTA Provisioning Architecture 
(Click image to enlarge.)
Note the participants in this process:
  • Client device with a discovery application - The client device must have software that allows the user to locate applications at a particular provisioning portal on the network, and to choose which applications to download - this software is referred to as a discovery application (DA). The discovery application may be browser-based or a native application, so long as it shares a common provisioning protocol with the download server; for example, for MIDP OTA this protocol is HTTP. 
  • The Network - This is any appropriate wireless network, which may include a radio network and a WAP gateway, for example.
  • The Download Server - Also called a provisioning portal, or server, or vending machine, this is a host, visible in the network, that typically runs a web server and has access to a content repository - in its simplest form any Web site can serve as a provisioning portal. It has two main functions: it provides properly formatted menus, often written in WML or HTML, that list the applications currently available for download, and it provides access (sometimes controlled) to the applications. A single download server might support one or many OTA protocols.
  • The Content Repository - As the name implies, this is the repository of all the application descriptors and applications that are available for download.
In actual use, OTA is not quite so simple. An OTA provisioning system typically encompasses content publication and management, access control, installation (and upgrading) of applications, and tracking the use of applications (content) for billing purposes. Figure 2 introduces these complexities:
figure 2
Figure 2 - Detailed View of an OTA Provisioning System 
(Click image to enlarge.)
As you can see, the process behind the scenes is more involved than what the user actually sees:
  • A. Content Management - Server-side software manages the repository, typically a database, and supports content versioning, ways for third-party developers to drop their applications, and so on. Some carriers require applications be certified before making them available for OTA.
  • B. Content Discovery - As you've already seen, the user directs the discover application to a download portal, which accesses the application repository and provides a properly formatted menu of the available content and applications.
  • C. Authenticate - If the provisioning server supports an authentication module, the user is authenticated before gaining access to the repository.
  • D. Application retrieval and installation - Once any authentication is complete, downloading the application is a two-part operation, handled by the application management system (AMS), the software in the device that manages the download, installation, execution, and removal of applications and other resources on the device. If an application description (in the form of a JAD file) exists, the AMS downloads it from the provisioning server's repository. Based on information found in the downloaded application descriptor, the AMS automatically downloads the application (the MIDlet suite JAR) from the repository. If required, the user is re-authenticated. If the application is retrieved successfully, installation is automatic.
  • E. Confirmation - The AMS sends a confirmation status to indicate whether the installation succeeded or failed.
  • F. Tracking - The confirmation status can be used to track the use of the application, for example for billing purposes. A billing system is often integrated into the provisioning server.
In addition to the basic features described above, some OTA provisioning servers add value in the form of features such as:
  • Personalization - the ability to offer selected applications based on user preferences
  • Device-based classification - limiting offerings to only those applications that will run on the user's device
  • Security - strong user authentication and access control
  • Alerts - notices to users that new applications fitting their preferences are available
You now have a high-level perspective of OTA application provisioning. The following sections will turn to the details, first on the client side, where we'll look at MIDlet provisioning specifically, and then on the server side.[source]
Read More >>

Senin, 21 November 2011

The inertial reference system (IRS) Theory of Operation

A. General
The IRS provides basic heading and attitude reference accomplished through computations based on accelerometer and laser gyro sensed signals. Three accelerometers and three laser gyros are used. The accelerometers and laser gyros are of the strap-down type and are positioned in the inertial reference units so that they are oriented along each of the three axis of the airplane. This orientation allows the IRU to sense accelerations along and rotation about each of the three axis. Computer manipulation of the signals from all six sensors provide the basic heading and attitude reference signals along with present position, accelerations, ground speed, drift angle and attitude rate information. The first requirement which must be met for proper IRS operation is alignment. IRS alignment basically consists of determination of local vertical and initial heading.

B. Alignment
IRS alignment consists of determining local vertical and initial heading. Both accelerometer and laser gyro inputs are used for alignment. The alignment computations use the basic premise that the only accelerations during alignment are due to the earth's gravity; the only motion during alignment is due to the earth's rotation. Accelerations due to gravity are always perpendicular to the earth's surface and thus define the local vertical. This local vertical is used to erect the attitude data so that it is accurately referenced to vertical. Initially, only a coarse vertical is established. Once vertical is established, the laser gyro sensed earth rate components are used to establish the heading of the airplane. As the alignment continues, both the vertical reference and the heading determinations are fine tuned for maximum accuracy.

The orientation of the vertical axis of the attitude reference relative to the earth's surface is based on airplane position input to the IRU. The initial position entry can be made at any time during the alignment period. Earth rate sensing by the laser gyros allows the IRU to determine initial latitude. This gyro determined latitude is compared to the crew entered latitude. Crew entered longitude is compared to the last stored longitude. These comparisons must be favorable to complete the alignment period. During the alignment period all outputs of the IRU, except for present position, are set to NCD (No Computed Data). The minimum duration of the align mode is 10 minutes.

C. Navigate Mode
In the navigate mode the IRUs provide outputs for attitude, heading, present position, accelerations, track angle, drift angle, ground speed, and wind data. These outputs are all derived from gyro and accelerometer strap down sensor data. The initial attitude, heading and velocity signals are modified by inputs from the sensors to establish real time present parameters through integration and computer calculations. Additional calculations by the computer establish such parameters as present position, ground speed and drift angle. Inputs from the air data computers are used for inertially smoothed altitude and altitude rate (baro altitude) and wind speed/direction (true airspeed).[readmore in]
Read More >>

Kamis, 17 November 2011

Common understanding of Over The Air (OTA)


Over The Air (OTA) (or Over-The-Air) is a standard for the transmission and reception of application-related information in a wireless communications system. The standard is supported by Nokia, SmartTrust, and others.

OTA is commonly used in conjunction with the Short Messaging Service (SMS), which allows the transfer of small text files even while using a mobile phone for more conventional purposes. In addition to short messages and small graphics, such files can contain instructions for subscription activation, banking transactions, ringtones, and Wireless Access Protocol (WAP) settings. OTA messages can be encrypted to ensure user privacy and data security.
Read More >>

Rabu, 16 November 2011

Solusi Sistem Wireless - Komponen Jaringan Wireless Mesh

Seperti yang telah kita bahas pada page sebelum ini yaitu tentang Pengertian Dasar MESH. Untuk sekarang ini kita akan membahas tentang Arsitektur jaringan Wireless Mesh itu sendiri yang terdiri dari 3 elemen utama:

1. Access Point
Access Point berfungsi mengumpulkan, mendistribusikan, dan merutekan data trafik dalam daerah cakupannya.Access Point juga berfungsi menjaga keamanan dan keabsahan konektivitas suatu Access Point dengan Access Point lainnya dan suatu Access Point dengan User Terminal.Access Point pada Wireless Mesh terdiri dari dua subsistem:
• Access Link menyediakan konektivitas antara Access Pointdengan User Terminal yang dikembangkan berdasarkan standar IEEE 802.11b/g yang beroperasi pada band frekuensi 2.4 GHz dan mampu mendukung akses data rate hingga maksimum 54 Mbps.
• Transit Link menyediakan konektivitas antara suatu Access Pointdengan Access Point lainnya dan/atau ke jaringan distribusi berbasis kabel ethernet. Link ini dikembangkan berdasarkan standar IEEE 802.11a yang beroperasi pada band frekuensi 5.8 GHz dan mampu mendukung akses data rate hingga maksimum 54 Mbps.
2. Wireless Gateway
Wireless Gateway berfungsi memfasilitasi koneksivitas ke WAN (intranet/internet) publik dan reach ablility pada jaringan distribusi. Wireless Gateway juga berfungsi sebagai titik sentral pelaksanaan fitur mobility dan sekuriti.

Fitur mobility pada Wireless Gateway memungkinkan terjadinya proses perpindahan user dari satu Access Point ke Access Point lainnya tanpa harus kehilangan konektivitasnya. Semantara fitur sekuriti pada Wireless Gateway berfungsi sebagai lapisan kedua proses sekuriti jaringan yang juga didukung oleh standar IEEE 802.11a/b/g pada level access link dan transit link. Sekuriti jaringan antara Access Point dan Wireless Gatewayini diwujudkan melalui implementasi IPSec tunnel protocol.

3. Network Operations Support System (NOSS)
Network Operations Support System (NOSS) berfungsi menyediakan sistem manajemen dan administrasi yang tersentralisasi untuk memonitor dan mengatur performansi dan konfigurasi seluruh elemen jaringanWireless Mesh. Beberapa bagian penting dari NOSS antara lain:
  • Optivity Network Management System (ONMS) - yang berfungsi sebagai titik sentral pelaksanaan sistem manajemen bagi seluruh elemen jaringan Wireless Mesh.
  • Industry-standard: FTP, RADIUS, DHCP, dan SNTP Server.
  • Perencanaan Wireless Mesh
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merancang jaringan Wireless Mesh:
  • Setiap Access Point harus terhubung paling sedikit dengan duaAccess Point lain (dua koneksi Transit Link) untuk mendukung fitur self-healing dan proses re-routing jika ada Access Pointyang bermasalah.
  • Untuk memaksimalkan perfomansi jaringan, dua atau lebihTransit Link harus terhubung dengan Access Point @ NAP;yaitu Access Point yang memiliki hubungan langsung (via kabelethernet) dengan jaringan distribusi berbasis kabel ethernet.
  • Kapasitas jaringan dan data rate yang ingin dicapai.
  • Jarak antar Access Point dan luas daerah yang dapat dicakup oleh satu Access Point yang didasarkan pada karakteristikradio propagation pada daerah yang ingin dicakup.
Instalasi jaringan Wireless Mesh terutama pada sisi Access Point relatif lebih sederhana karena setelah proses instalasi dan pencatuan daya, Access Point mampu melakukan prosesTransit Link auto-discovery, auto-configuration, dan self-organizing. Beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum instalasi Access Point pada jaringan Wireless Mesh antara lain:
  • Perencanaan skema IP Addressing
  • Instalasi dan konfigurasi komponen manajemen sistem (NOSS)
  • Instalasi dan konfigurasi Wireless Gateway
  • Instalasi dan konfigurasi Access Point @ NAP
Contoh Aplikasi dan Implementasi Jaringan Wireless MeshBeberapa contoh penerapan solusi Wireless Mesh antalain yaitu:
1. Enterprises
Solusi Wireless Mesh dinilai paling efisien dalam menyediakan atau mempeluas daerah layanan akses internet nirkabel baik indoor maupun outdoor.
  • Di lingkungan Universitas, sekolah, perusahaan, pabrik, rumah sakit, bandara, hotel, convention centres, pusat perbelanjaan, gelanggang olahraga, taman, dll
  • Instalasi sementara dimana akan diselenggarakan event-eventkhusus seperti pameran, pekan olah raga, usaha pemulihan dari peristiwa bencana, dll.
2. Penyedia Jasa Internet
  • Solusi yang mampu meningkatkan pendapatan dan produktifitas usaha jika dilihat dari kapasitas, data rate, luas daerah cakupan, jenis aplikasi, dan berbagai skenario billing yang dapat ditawarkan
3. Pemerintahan dan Militer/Kepolisian
  • Untuk meningkatkan kinerja instansi pemerintah dan kualitaspublic safety bagi warganya, menstimulasi pertumbuhan bisnis di suatu kota atau daerah wisata, dan menyediakan layanan internet di daerah pemukiman penduduk, urban maupun rural.
Beberapa contoh implementasi jaringan Wireless Mesh adalah di beberapa lokasi sebagai berikut :
1. NASA Kennedy Space Stations Joint Industry Press Center (JIPC)
Implementasi ini bertujuan untuk menyediakan solusi jaringan akses internet nirkabel yang mampu mendukung mobilitas para jurnalis di daerah indoor maupun outdoor Kennedy Space Centre. Solusi Wireless Mesh memungkinkan para jurnalis mengakses jaringan internet dengan menggunakaan laptop atau PDA-nya dan berpindah dari satu area press release ke area press release lainnya tanpa harus kehilangan konektivitasnya.
2. University of Arkansas
Solusi Wireless Mesh memungkinkan para mahasiswa mengakses jaringan internet dan intranet dari setiap sudut kampus baik indoor maupun outdoor dan berpindah dari satu daerah ke daerah lain dalam ruang lingkup kampus tersebut tanpa harus kehilangan konektivitasnya.
3. Taipei City (Mobile City)
Implementasi ini bertujuan untuk menyediakan layananbroadband akses internet di stasiun-stasiun yang padat penumpang, gedung-gedung perkantoran dan perdagangan, serta lokasi-lokasi penting lainnya di kota Taipei dan diyakini sebagai implementasi jaringan Wireless Mesh terbesar saat ini. Solusi Wireless Mesh meliputi 10.000 Access Point yang akan mencakup 272 km2 daerah layanan dan melayani sekitar dua juta penduduk Taipei.[sumber]
Read More >>

Selasa, 15 November 2011

Solusi Sistem Wireless - MESH

Saat ini teknologi Wireless LAN (WLAN) menjadi semakin populer sebagai salah satu pilihan dalam menyediakan akses internet nirkabel pada lingkungan perusahan, kampus, pemukiman, ruang publik, dll. Wireless Mesh sebagai salah satu inovasi varian dari teknologi WLAN menawarkan suatu solusi yang unik karena dapat menggantikan ataupun memperkaya kemampuan infrastruktur jaringan internet yang telah ada, baik yang berbasis kabel maupun nirkabel, secara lebih efektif dan efisien karena mampu mencakup daerah layanan yang lebih luas dan sulit dijangkau tanpa mengesampingkan faktor sekuriti, mobility, dan QoS.

Wireless Mesh berkembang dengan memadukan antara standar Wireless LAN 802.11 a/b/g (lihat artikel sebelumnya mengenai Perbandingan Standar WLAN a/b/g). Secara teknis standar 802.11a (frekuensi 5,8 GHz) digunakan untuk menghubungkan antar AP sedangkan standar 802.11b/g berfungsi menghubungkan device klien ke AP.

Wireless Mesh hampir mirip dengan konfigurasi repeater mode, namun lebih diperluas lagi. AP yang digunakan tidak terbatas hanya 2 AP namun sudah tergolong banyak bisa lebih dari 2 AP. Hubungan antar AP tidak harus point-to-point dan menggunakan jaringan fisik namun sudah ke arah Multi point dan wirelessly.

Konfigurasi
Konfigurasi Wireless Mesh mirip dengan konfigurasi Wireless LAN biasa. Yang membedakan pada WLAN biasa AP terhubung melalui kabel ke jaringan intranet/internet melalui HUB/switch dan pada Wireless Mesh tidak semua AP tersambung langsung melalui kabel ke HUB/switch. PadaWireless Mesh memungkinkan hubungan antar AP melalui jaringan wireless seperti pada jaingan Point-to-Multipoint. Selain untuk memperluas jangkauan, AP juga dapat tersambung langsung ke client.

Karakteristik Jaringan Wireless Mesh
Pada dasarnya solusi Wireless Mesh ini dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan teknis pada teknologi WLAN generasi pertama di mana koneksi antara setiap Access Point denganSwitch masih sangat tergantung pada jaringan kabel ethernetdan secara tidak langsung dapat memberikan solusi berbasis teknologi WLAN yang lebih efektif dan efisien. Kendala implementasi terbesar akan muncul ketika daerah yang ingin dicakup sangat luas, terbuka, dan sulit diakses oleh jaringan kabel ethernet, seperti daerah outdoor. Selain itu jaringan kabel ethernet yang dibutuhkan untuk menghubungkan Access Point dengan Switch ini secara teknis juga memiliki limitasi jarak. Solusi Wireless Mesh memperkenalkan suatu konsep dengan komunikasi nirkabel antar Access Point.

Karakteristik dan kelebihan solusi Wireless Mesh antara lain:
1. Memberikan nilai tambah dalam mengawali dan mengembangkan bisnis akses internet nirkabel berkecepatan tinggi.
  • Solusi ini mampu mendukung fitur sekuriti dan mobility 
  • Solusi ini mampu mendukung tingkat QoS yang cukup baik untuk menjalankan aplikasi triple play yaitu penggabungan suara, data, dan video dalam satu infrastruktur
  • User terminal seperti handset, PDA, Laptop, dan PCMCIAyang mampu mendukung teknologi WLAN berbasis IEEE 802.11b/g semakin mudah diperoleh, umum digunakan, dan terjangkau.
2. Mengurangi biaya kapitalisasi, instalasi, dan operasional.
  • Menggunakan koneksi nirkabel yang lebih ekonomis untuk koneksi antar Access Point dan Access Pointdengan User Terminal.
  • Kemampun auto-configuration, self-organizing, dan self-healing yang memungkinkan penekanan biaya instalasi dan operasional.
  • Penyederhanaan sistem manajemen network yang tersentralisasi.
3. Solusi yang sangat fleksibel dan efisien jika dilihat dari kapasitas end user dan data rate yang dapat ditawarkan, luas daerah yang dapat dicakup indoor maupun outdoor,serta berbagai aplikasi yang dapat ditawarkan.Keuntungan penerapan Wireless Mesh ini adalah kemampuan dalam mengcover suatu area dan fleksibilitas dalam instalasinya
Read More >>

Rabu, 09 November 2011

Solusi Sistem Wireless - WiMAX

WiMAX adalah singkatan dari World Interoperability for Microwave Access, merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar (Broadband Wireless Access atau disingkat BWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga merupakan teknologi dengan open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX di antara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX dapat diaplikasikan untuk koneksi broadband ‘last mile’ ataupun backhaul.

Elemen Perangkat WiMAX
Elemen/ perangkat WiMAX secara umum terdiri dari BS di sisi pusat dan CPE di sisi pelanggan. Namun demikian masih ada perangkat tambahan seperti antena, kabel dan asesoris lainnya.

Base Station (BS)
Merupakan perangkat transceiver (transmitter dan receiver) yang biasanya dipasang satu lokasi (colocated) dengan jaringan Internet Protocol (IP). Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa CPE dengan media interface gelombang radio (RF) yang mengikuti standar WiMAX. Komponen BS terdiri dari:
· NPU (networking processing unit card)
· AU (access unit card)up to 6 +1
· PIU (power interface unit) 1+1
· AVU (air ventilation unit)
· PSU (power supply unit) 3+1
Antena yang dipakai di BS dapat berupa sektor 60°, 90°, atau 120° tergantung dari area yang akan dilayani.

Subscriber Station (SS)
Secara umum Subscriber Station (SS) atau (Customer Premises Equipment) CPE terdiri dari Outdoor Unit (ODU) dan Indoor Unit (IDU), perangkat radionya ada yang terpisah dan ada yang terintegrasi dengan antena.
Read More >>

Senin, 07 November 2011

Solusi Sistem Wireless - Karateristik Jaringan 4G / WiMAX


Teknologi jaringan wireless 4G dapat terwujud dengan menggunakan jaringan inti berbasis IP dengan global routing dan dapat disesuaikan dengan kondisi jaringan akses radio lokal yang mendukung fitur-fitur seperti dynamic handoff, adhoc routing, QoS, multicasting, content caching, dan sebagainya. Agar pembangunan jaringan dengan teknologi 4G berlangsung dengan sukses, sangat penting bagi kita untuk mendefinisikan visi untuk layanan dan aplikasi 4G yang secara efektif dapat memenuhi keinginan pengguna. Visi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna sepertintercantum dibawah ini :
a. Broadband: Pengguna menginginkan dapat mengirim dan menerima segala jenis informasi seperti gambar, suara, video, dan data dalam bentuk file besar dimana saja dan kapan saja. Oleh karena itu dibutuhkan 100 MHz bagi setiap operator untuk layanan data, suara, video pada teknologi 4G. Teknologi seperti mobile WiMAX sangat sesuai untuk itu dan bertujuan untuk menjembatani antara standar 3GPP dan 3GPP2.
b. Mobilitas: Dengan teknologi 4G, pengguna menginginkan mobilitas, misalnya didalam mobil, kereta api, bus dan kendaraan lainnya dapat sambil menggunakan internet tanpa terputus dari satu tempat ke tempat lainnya. Dengan layanan jaringan WiMAX, service provider dapat menikmati fleksibilitas pasar baik layanan mobile, nomadic dan fixed dengan memberikan kecepatan broadband yang sesungguhnya dan mampu memberikan efisiensi dalam mengatur akses, spektrum radio dan resource jaringan.
c. Roaming antar berbagi jenis jaringan: Jika kita bergerak dari suatu tempat ketempat lain sambil menikmati layanan jaringan wireless, kita menginginkan dapat melakukan handoff secara otomatis dan cepat tanpa terputus antar berbagi jenis jaringan. Misalnya jika kita bergerak ditempat yang menyediakan layanan wireless LAN, device kita akan menyesuaikan dengan layanan wireless LAN, kemudian jika kita berpindah tempat keluar dari jangkauan wireless LAN, dan terdapat layanan WiMAX, maka device kita akan secara otomatis merubah koneksi dari wireless LAN berubah ke WiMAX, demikian juga sebaliknya. Tujuan dari 4G adalah standarisasi hand-off, sehingga device dapat berinteroperability ketika berpindah dari satu jenis jaringan ke jenis jaringan lainnya. Teknologi WiMAX akan berusaha kearah tersebut dan akan diadaptasi pada operator mobile dan fixed.
d. Konvergensi: Pengguna menginginkan dapat mengakses jaringan dari berbagai jenis platform: telepon seluler, notebook, dan PDA. WiMAX adalah sistem yang powerful yang mampu mendeliver konektivitas yang cerdas dan fleksibel untuk mendukung layanan video streaming, VoIP, email, Web browsing, e-commerce dan locationbased melalui berbagi jenis device.
e. Efisien: Agar lebih efisien, teknologi 4G menggunakan spektrum secara efisien, sehingga dapat membawa lebih banyak data dengan biaya lebih efisien. WiMAX yang berbasis OFDM juga menggunakan spektrum secara efisien. Oleh karena itu teknologi berbasis IP diyakini akan menyediakan solusi layanan murah dan lebih cepat diserap pasar.
f. Akses jaringan pada area yang susah dijangkau: Dengan sistem wireless, pengguna mobile dapat menikmati layanan jaringan dimanapun dan kapanpun. Service provider dapat dengan cepat meluaskan wilayah layanannya meskipun kedaerah-daerah yang susah dijangkau menggunakan kabel, misalnya melewati sungai, melewati jalan tol, melewati bangunan bertingkat, dengan menggunakan solusi wireless MAN akan lebih mudah dan murah dibandingkan dengan menggunakan kabel.
g. Harmonisasi: Didunia ini terdapat berbagai macam jenis jaringan yang melayani pengguna yang mungkin menggunakan berbagai macam jenis teknologi. Tujuan teknologi 4G adalah membangun teknologi jaringan dengan kapasitas tinggi, kualitas tinggi, dan dapat berinteroperability antar jaringan broadband sehingga dapat membawa berbagai jenis konten yang diinginkan pengguna. WiMAX menjawab tantangan itu.
WiMAX, Teknologi 4G Pertama
WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) merupakan teknologi 4G Pertama yang diimplementasikan di Indonesia pada bulan Juni 2010 oleh operator Firstmedia dengan merek dagang Sitra WiMAX. Teknologi 4G WiMAX terdiri atas tiga bagian generasi,
  • WiMAX 16.d, atau sering disebut WiMAX nomadic dengan mobilitas terbatas hingga kecepatan 70 Mbps.
  • WiMAX 16.e, merupakan WiMAX mobile dengan mobilitas tinggi hingga kecepatan 144Mbps.
  • WiMAX 16.m, WiMAX mobile dengan mobilitas tinggi hingga kecepatan 1Gbps.[sumber]
Read More >>

Solusi Sistem Wireless - Teknologi Wireless Menggunakan 4G (4 Generation)

4G (fourth-generation technology), sebuah Istilah yang pada umumnya sering digunakan untuk pengembangan yang mengacu pada telephone seluler.

4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah"3G and beyond". Sistem 4G akan dapat menyediakan solusi IP yang komprehensif dimana suara, data, dan arus multimediadapat sampai kepada pengguna kapan saja dan dimana saja, pada rata-rata data lebih tinggi dari generasi sebelumnya.

Belum ada definisi formal untuk 4G. Bagaimanapun juga terdapat beberapa pendapat yang ditujukan untuk 4G, yakni: 4G akan merupakan sistem berbasis IP terintegrasi penuh. Ini akan dicapai setelah teknologi kabel dan nirkabel dapat dikonversikan dan mampu menghasilkan kecepatan 100Mb/detik dan 1Gb/detik baik dalam maupun luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi. 4G akan menawarkan segala jenis layanan dengan harga yang terjangkau.

Setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksiinternet telephony yang berbasis Session Initiation Protocol (SIP). Semua jenis radiop transmisi seperti GSM, TDMA, CDMA2G, 2.5G akan dapat digunakan, dan dapat berintegrasi dengan mudah dengan radio yang di operasikan tanpa lisensi seperti IEEE 802.11 di frekuensi 2.4GHz & 5-5.8Ghz, bluethoot dan seluler . Integrasi voicedan data dalam channel yang sama. Integrasi voice dan data aplikasi SIP-enabled.
 
Jaringan akses generasi ke-3 (3G) seperti WCDMA dan cdma2000 memiliki struktur jaringan yang kompleks dan perlu melibatkan banyak protokol untuk meng-cover seluruh sistemnya. Oleh sebab itu, jaringan akses generasi ke-4 (4G) diharapkan memiliki struktur yang lebih sederhana yang seluruhnya berbasis pada internet protocol (all-IP). Dengan berbasis pada IP, seluruh lalu lintas paket dalam jaringan akses dan jaringan backboneadalah seragam, tanpa perlu mengkonversikan satu protokol ke protokol lainnya .

Sebagian besar jaringan 3G pada dasarnya dibangun di atas jaringan selular circuit-switched, dimana mereka memiliki gerbang (gateways) sendiri untuk menterjemahkan paket-paket IP dari jaringan backbone.Jaringan 3G juga mempunyai protokol dan interfacesendiri-sendiri dalam berkomunikasi sesamanya. Ini menjadi masalah tersendiri dalam hal interoperability. Oleh sebab itu, untuk mengatasi berbagai masalah ini, jaringan 4G dirancang sebagai sebuah jaringan all-IP yang berbasis packet switched seperti halnya jaringan backbone berbasis IP seperti intranet (LAN, WLAN) dan internet.
 
Dalam rancangan pengembangannya, jaringan 4G mempunyai 2 visi yang berbeda. Pertama adalah jaringan 4G yang Revolusioner (4G-R), dimana dikembangkan sebuah sistem yang inovatif. Yang kedua adalah yang bervisi Evolusioner (4G-E), dimana jaringan 4G disini mempunyai kemampuan interworking dengan sistem-sistem jaringan yang telah ada.

Model interworking akan mengintegrasikan jaringan-jaringan selular, jaringan nirkabel metropolitan (wireless metropolitan area networks - WMANs), jaringan nirkabel lokal (local wireless local area networks -WLANs), dan jaringan nirkable personal (wireless personal area networks - WPANs). Model interworking ini meng-cover skenario jaringan masa depan yang terintegrasi dimana setiap orang dapat mengakses jaringan kapan saja (anytime), dari mana saja (anywhere), dan dengan cara apa saja (anyway). [sumber]
Read More >>

Minggu, 06 November 2011

Solusi Sistem Wireless - Teknologi Wireless Menggunakan EVDO


Wireless adalah teknologi tanpa kabel, dalam hal ini untuk melakukan hubungan telekomunikasi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengganti kabel. Saat ini perkembanga teknologi wireless sangatlah pesat, secara tidak sadar kita telah melakukan sebuah perubahan yaitu dengan semakin banyaknya pemakaian telepon selular, selain itu berkembang pula sebuah teknologi wireless yang digunakan untuk akses internet. Sehingga untuk sekarang ini, banyak berkembang wireless advanced yang sudah tidaklah asing lagi diantaranya 4G , EVDO dan Wimax.

dalam postingan ini kita hanya akan membahas sedikit tentang  pengertian dasar mengenai EVDO dan bagaimana cara kerja dari teknologi EVDO.

EVDO yang juga dikenal dengan EV-DO, 1xEvDO dan 1xEV-DO merupakan sebuah standard pada wireless broadband berkecepatan tinggi. EVDO adalah singkatan dari "Evolution, Data Only" atau "Evolution, Data optimized". Istilah resminya dikeluarkan oleh Assosiasi Industri Telekomunikasi yaitu CDMA2000, merupakan interface data berkecepatan tinggi pada media udara. EVDO satu dari dua macam standar utama wireless Generasi ke-3 atau 3G. adapun standart yang lainnya adalah W-CDM

Cara kerja EVDO
CDMA, Coded Division Multiple Access, menggunakan metode matematis untuk dapat melewatkan multiple wireless devices untuk mengirim data secara bersamaan pada frekuensi yang sama. Setiap perangkat, seperti telepon seluler, ditandai dengan tanda unik matematis. Tanda Unik tersebut diterapkan pada sinyal asli dan dikirim sebagai sinyal modified. Penerima juga menerapkan invers tanda matematika dari sinyal kirim untuk mendapatkan sinyal asli.

Jaringan Nirkabel dulunya memanfaatkan sebuah penghalang antara pengirim dan penerima, seperti kebanyakan telepon tradisional. EVDO, sebagai penggantinya mengadopsi pendekatan yang sama untuk internet. IP, Internet Protocol, memecah data pada pada pecahan kecil yang kemudian disebut paket. Tiap paket dikirim secara independen terhadap Paket yang lain. Tentu hal ini akan mengirit bandwidth yang memungkinkan dipakai oleh perangkat lain; ketika tak ada percakapan telepon pastinya juga tidak ada paket yang lewat karena tidak ada paket yang dikirim. atau ketika sebuah web site diakses, tidak akan ada bandwidth yang dipakai sampai site tersebut mulai mengirim web pages.
Read More >>