Kamis, 12 Januari 2012

Berapa Cepat Jaringan Wi-Fi?

Berapa Cepat Jaringan Wi-Fi?
Mungkin inilah yang sering dipertanyakan oleh seseorang yang akan belajar tentang jaringan, terutama pada jaringan wireless, termasuk saya juga yang sering menanyakan pertanyaan tersebut. Pertama, jaringan area lokal wireless (WLAN) memiliki fitur yang berbeda tingkat dalam kinerja tergantung pada standar Wi-Fi yang mereka dukung. WLAN 802.11b menawarkan bandwidth teoritis maksimum 11 Mbps. WLAN 802.11a dan 802.11g  menawarkan bandwidth teoritis hingga 54 Mbps. (Sebaliknya, Ethernets kabel biasa dijalankan pada 100 Mbps.).

Kinerja jaringan Wi-Fi dalam prakteknya tidak pernah mendekati maksimum teoritis. Jaringan 802.11b, misalnya, umumnya beroperasi tidak lebih cepat dari sekitar 50% dari puncak teoritis, atau 5,5 Mbps. Demikian juga, jaringan 802.11a dan 802.11g umumnya berjalan tidak lebih cepat dari 20 Mbps. Kesenjangan dalam kinerja secara teoritis dan praktis berasal dari overhead protokol, gangguan sinyal, dan termasuk jarak juga yang mempengaruhi. Selain itu, semakin banyak user yang berkomunikasi pada WLAN secara bersamaan, semakin lambat juga jaringannya.

Pada jaringan rumah, perlu diingat bahwa kinerja koneksi internet sering menjadi faktor pembatas dalam kecepatan jaringan. Meskipun file dapat dibagi pada wireless dengan kecepatan dari 5 atau 20 Mbps, klien wireless ini masih akan terhubung ke Internet pada kecepatan yang biasanya ditawarkan oleh Internet Service Provider (ISP), biasanya kurang dari 1 Mbps.

Akhirnya,vendor industri wireless terus ditingkatkan seperti mengembangkan teknologi WiMAX 802,16 yang menawarkan komunikasi wireless dengan kecepatan lebih cepat dan jangkauan lebih panjang.

Read More >>

Senin, 09 Januari 2012

Pengertian Bandwidth Secara Umum

Definisi: Bandwidth dalam jaringan komputer mengacu pada data rate yang didukung oleh koneksi jaringan atau interface. Salah satu yang paling sering disebut bandwidth yaitu dalam hal bit per second (bps). Istilah ini berasal dari bidang teknik elektro, dimana bandwidth mewakili total jarak atau jangkauan antara sinyal tertinggi dan terendah pada saluran komunikasi (band).

Bandwidth mewakili kapasitas koneksi. Semakin besar kapasitas, semakin besar kemungkinan bahwa performa akan lebih baik sehingga tidak akan membuat anda pusing menanti, meskipun kinerja secara keseluruhan juga tergantung pada faktor-faktor lain, seperti latency, yang sering juga d
isebut sebagai: throughput

Contoh:
Sebuah modem V.90 mendukung bandwidth teoritis maksimum 56 Kbps. Fast Ethernet mendukung bandwidth maksimum teoritis 100 Mbps
Read More >>

Kamis, 05 Januari 2012

Cap Bandwidth pada Internet Service Provider (ISP)


Internet Service Provider (ISP)
kadang-kadang menempatkan batasan pada jumlah pelanggan data saat mengirim dan / atau menerima  data melalui koneksi Internet mereka. Ini sering disebut cap bandwidth.

Kuota Data Bulanan 

Comcast, salah satu ISP terbesar di AS, menerapkan kuota bulanan untuk pelanggan perumahan yang dimulai pada Oktober, 2008. Comcast cap pada masing-masing pelanggan untuk total 250 gigabyte (GB) dalam berlalu lintas (kombinasi dari download dan upload) per bulan. Kecuali untuk Comcast, Internet provider di Amerika Serikat biasanya tidak memaksakan kuota data bulanan walaupun prosesnya cenderung lebih umum di beberapa negara lain.

Pemerlambat Bandwidth
Rencana layanan untuk akses internet broadband dengan kecepatan koneksi tingkat normal mereka, sebagai tingkat bandwidth tertentu seperti 1 Mbps atau 5 Mbps. Selain mempertahankan koneksi yang teratur mencapai data rate pun mereka diiklankan, beberapa penyedia layanan broadband menempatkan teknologi tambahan ke dalam jaringan mereka secara aktif mencegah koneksi menjadi lebih cepat daripada peringkat mereka. Sedangkan jenis throttling dikelola oleh modem broadband.

Throttling bandwidth dinamis dapat diterapkan pada jaringan, seperti untuk membatasi kecepatan koneksi selama waktu tertentu dalam sehari.


Throttling bandwidth juga dapat dilakukan oleh penyedia pada basis per aplikasi. ISP memiliki sebagian rekan terutama yang ditargetkan sebagai aplikasi Per to Per (P2P) untuk throttling, yang karena popularitas mereka dapat membebani jaringan mereka sendiri. Untuk membantu file share tetap dalam batas penggunaan wajar, semua aplikasi P2P populer termasuk pilihan untuk throttling bandwidth yang mereka konsumsi.

Jenis lain Caps Bandwidth
Lama ataupun lemot, Internet dengan kecepatan rendah seperti koneksi 'dial up' tidak mencekik bandwidth tetapi secara inheren dibatasi oleh teknologi modem mereka dengan kecepatan 56 Kbps.

Sementara yang Individu mungkin mendapat batas bandwidth pribadi yang diterapkan ke account mereka sebagai tindakan disipliner oleh penyedia.
Read More >>

Senin, 02 Januari 2012

Kinerja Jaringan TCP / IP - Benchmark dan Tools

Utilitas perangkat lunak yang mengukur kinerja TCP / IP pada tingkat aplikasi atau protokol dapat membantu dalam benchmarking, tips dan tuning koneksi jaringan baik lokal dan Internet. Kelima program tersebut adalah salah satu alat tolok ukur yang paling populer dan terbukti dalam melakukan pekerjaan, kelima program tersebut yaitu:

Netperf
Seorang insinyur di Hewlett-Packard mengembangkan Netperf untuk membantu komunitas jaringan Unix sebagai pembandingan beberapa tahun yang lalu, dan ini merupakan perangkat sebagai acuan tetap yang populer di lingkungan Unix / Linux saat ini.

NetSpec
NetSpec berusaha untuk menerapkan skenario yang lebih realistis berupa pengujian kinerja jaringan dari utilitas standar oleh acocunting untuk arus lalu lintas variabel. NetSpec adalah sebuah proyek penelitian akademik yang meliputi sumber kode.

Nettest

Nettest adalah latency sederhana dan tolok ukur dari kinerja bendwidth untuk point-to-point koneksi TCP pada Solaris dan Linux.

ttcp

Test TCP (ttcp) merupakan pembanding Alat untuk mengukur kinerja jaringan di tingkat TCP dan UDP. Awalnya dikembangkan untuk Unix, ttcp juga telah digunakan pada porting ke Windows dan sistem operasi lain.

DBS - Sistem Terdistribusi benchmarkSistem Terdistribusi benchmark (DBS) adalah patokan kinerja alat untuk TCP / IP jaringan yang mencoba untuk memperluas kemampuan alat-alat lain dalam kategori ini. DBS mendukung pengendalian transmisi ulang dan menghindari kemacetan evaluasi kinerja di beberapa sambungan dinamis.
Read More >>

Rabu, 28 Desember 2011

Berbagi Dekstop (Layar) Mac dalam Jaringan Anda

Berbagi layar adalah proses yang memungkinkan pengguna di komputer remote untuk melihat apa yang terjadi pada layar Mac Anda. Berbagi layar mac juga memungkinkan Anda untuk jarak jauh melihat dan mengambil kendali layar Mac lain.

Ini dapat sangat berguna untuk mendapatkan atau memberikan bantuan dengan pemecahan berbagai masalah, mendapatkan jawaban atas pertanyaan tentang bagaimana menggunakan aplikasi, atau hanya mengakses sesuatu di Mac Anda dari komputer lain.

Mac datang dengan built-in kemampuan layar berbagi, yang dapat diakses dari panel preferensi Berbagi. Kemampuan layar berbagi Mac didasarkan pada protokol (Virtual Network Computing) VNC, yang berarti Anda tidak hanya dapat menggunakan Mac untuk melihat layar Anda, Anda juga dapat menggunakan komputer yang memiliki klien VNC diinstal.

Mengatur Layar Berbagi pada Mac Anda
Mac menawarkan dua metode pengaturan berbagi layar, pertama yaitu Screen Sharing dan lainnya disebut Remote Management. Keduanya benar-benar menggunakan sistem VNC yang sama untuk memungkinkan berbagi layar. Perbedaannya adalah bahwa metode Remote Management juga termasuk dukungan untuk aplikasi Remote Desktop Apple, sebuah aplikasi untuk-biaya yang digunakan dalam lingkungan komersial banyak untuk memungkinkan staf remote untuk memecahkan masalah dan mengkonfigurasi Mac. Pada artikel ini, kita akan berasumsi bahwa Anda akan menggunakan Berbagi Layar secara dasar, yang lebih sering digunakan untuk kebanyakan rumah dan pengguna bisnis kecil.
1. Peluncuran System Preferences baik dengan mengklik ikon System Preferences pada Dock, atau memilih System Preferences dari menu Apple.
2. Klik panel preferensi Berbagi di jendela System Preferences.
3. Beri tanda centang di samping layanan Layar Berbagi.
4. Klik tombol Setting Komputer.
5. Pada panel Settings, beri tanda centang di samping 'VNC' pemirsa dapat mengontrol layar dengan password.
6. Masukkan password yang akan digunakan ketika remote user mencoba untuk terhubung ke Mac Anda.
7. Klik tombol OK.
8. Pilih pengguna yang akan diizinkan untuk mengakses layar Mac. Anda dapat memilih 'Semua pengguna' atau 'Hanya pengguna tertentu.' Dalam kasus ini, 'pengguna' mengacu pada pengguna Mac pada jaringan lokal Anda. Tentukan pilihan Anda.
9. Jika Anda memilih 'Hanya pengguna tertentu‘ menggunakan plus (+) tombol untuk menambahkan pengguna yang tepat untuk daftar.
10. Ketika Anda selesai, Anda dapat menutup panel preferensi Berbagi.
Setelah Anda memiliki layar berbagi diaktifkan, komputer lain pada jaringan lokal Anda akan dapat mengakses desktop Mac.
Read More >>

Selasa, 20 Desember 2011

"Duplicate Name Exists" sebuah kesalahan pada Windows?

Setelah memulai komputer Microsoft Windows anda terhubung ke jaringan lokal, Anda mungkin melihat pesan kesalahan "Duplicate name exists." Apakah pesan kesalahan ini berarti, dan bagaimana Anda bisa mengatasinya?

oleh karena itu mari kita pahami peringatan tersebut, "Duplicate name exists." yaitu kesalahan yang menunjukkan nama (NetBIOS) dari konflik komputer Windows dengan beberapa nama lain pada jaringan. Paling umum, ini terjadi ketika komputer lain sesama Windows pada jaringan lokal yang menggunakan nama sama. Kesalahan ini juga dapat terjadi ketika salah satu kelompok kerja Windows yang terhubung memiliki nama yang sama dengan komputer.

"Duplicate name exists." kesalahan ini berguna untuk mencegah komputer Windows saat terkoneksi dengan jaringan. Komputer akan start up dan fungsi dalam modus offline saja. Untuk mengatasi kesalahan ini, cukup mengubah nama komputer ke salah satu yang tidak digunakan oleh komputer lokal lainnya (atau Windows workgroup), lalu reboot.

Perhatikan bahwa administrator jaringan juga harus memverifikasi Windows Internet Naming Service (WINS) agar selalu up to date. Pada sedikit kasus yang ada, "Duplicate name exists" merupakan kesalahan palsu yang dilaporkan ketika informasi lama disimpan dalam database WINS.
Read More >>

Kamis, 15 Desember 2011

IP Address

Definisi: Sebuah alamat IP adalah alamat logis untuk adapter jaringan. Alamat IP yang unik mengidentifikasi sebuah komputer pada jaringan TCP / IP.

Sebuah alamat IP dapat berupa pribadi - untuk digunakan pada jaringan area lokal (LAN) - atau publik - untuk digunakan di Internet atau jaringan area luas (WAN). Alamat IP dapat ditentukan statis (ditugaskan ke komputer oleh administrator sistem) atau dinamis (yang diberikan oleh perangkat lain di jaringan pada permintaan).

Dua standar pengalamatan IP yang digunakan saat ini. Standar IPv4 adalah yang paling familar kepada orang-orang dan didukung di mana-mana pada Internet, tetapi standar IPv6 baru direncanakan untuk menggantikan dan mulai digunakan.

Alamat IPv4 terdiri dari empat byte (32 bit). Setiap byte dari alamat IP dikenal sebagai oktet. Oktet dapat mengambil nilai antara 0 dan 255. Berbagai konvensi ada untuk penomoran dan penggunaan alamat IP.

Alamat - IP yang umum (IPv4) 10.0.0.1
127.0.0.1
192.168.0.1
192.168.1.1
192.168.2.1
Read More >>

Selasa, 06 Desember 2011

Perbedaan dasar SWITCH dengan HUB

  • Switch : jalur data nya 2 arah jadi kemungkinan tidak akan tabrakan data dan tidak lelet.
  • Hub : jalur data nya searah jadi kemungkinan lelet

Apa itu Hub dan Switch
Switch ialah sebuah perangkat keras yang memungkinkan terjadinya distribusi packet data antar komputer dalam jaringan dan mampu untuk mengenali topologi jaringan di banyak layer sehingga packet data dapat langsung sampai ke tujuan.

Hub ialah perangkat jaringan yang sederhana. Hub tidak mengatur alur jalannya data di jaringan, jadi setiap packet data yang melewati Hub akan dikirim (broadcast) ke semua port yang ada hingga packet data tersebut sampai ke tujuan. Hal tersebut dapat membuat hub menjadi collisions dan memperlambat jaringan. (Hub juga sering dikenal dengan nama repeater).

Switch dan Hub sebenarnya memiliki fungsi yang sama, karena dengan menggunakan salah satu diantaranya kita tetap bisa membuat Jaringan Komputer, tapi penggunaan Switch akan lebih cepat daripada Hub apalagi bila jaringan yang kita punya sangat besar.

Perbedaan Hub dan Switch
Perbedaan Hub dan Switch terletak dari bagaimana packet data / informasi yang dikirim kepada mereka diproses. Ketika data masuk atau datang ke Hub, Hub akan mengambil data tersebut dan akan mentransmisikannya ke setiap komputer yang terhubung ke Jaringan.

Tetapi lain halnya dengan Switch, ia akan menerima data tersebut dan hanya akan mengirimkannya ke komputer yang berkepentingan menerima data tersebut.

Penggunaan Switch akan memotong penggunaan bandwith jaringan anda secara signifikan, terutama bila kita memiliki jaringan dengan banyak komputer dan semuanya sibuk untuk mengirim dan menerima data disaat bersamaan. Keunggulan switch yang lain ialah data akan lebih aman dari aksi pencurian data dengan cara sniffer.

Lain halnya bila kita memiliki jaringan yang cukup besar, kita bisa menggunakan Switch dengan fitur managed. Managed Switch memiliki pilihan setting Admin dimana kita bisa membuat Virtual Lan (VLAN), menyetting kecepatan port, host dan pilihan lainnya.

Biasanya penggunaannya akan membutuhkan Web Browser atau command line dengan interface seperti telnet atau Shell untuk pengaksesan pengaturan Switch.


Sedangkan untuk Switch dengan fitur smart managed, adalah percampuran fitur antara managed dan unmanaged. Fungsinya hampir sama seperti managed tetapi menawarkan penggunaan yang lebih mudah, meskipun fitur ini tidak memiliki fitur sebanyak managed Switch

Jadi apapun yang ingin anda gunakan adalah sesuai dari kebutuhan yang ada, kalo itu koneksi hanya menggunakan 5 komputer, maka gak ada salahnya anda menggunakan Hub, daripada anda menggunakan Switch.
Read More >>

Rabu, 16 November 2011

Solusi Sistem Wireless - Komponen Jaringan Wireless Mesh

Seperti yang telah kita bahas pada page sebelum ini yaitu tentang Pengertian Dasar MESH. Untuk sekarang ini kita akan membahas tentang Arsitektur jaringan Wireless Mesh itu sendiri yang terdiri dari 3 elemen utama:

1. Access Point
Access Point berfungsi mengumpulkan, mendistribusikan, dan merutekan data trafik dalam daerah cakupannya.Access Point juga berfungsi menjaga keamanan dan keabsahan konektivitas suatu Access Point dengan Access Point lainnya dan suatu Access Point dengan User Terminal.Access Point pada Wireless Mesh terdiri dari dua subsistem:
• Access Link menyediakan konektivitas antara Access Pointdengan User Terminal yang dikembangkan berdasarkan standar IEEE 802.11b/g yang beroperasi pada band frekuensi 2.4 GHz dan mampu mendukung akses data rate hingga maksimum 54 Mbps.
• Transit Link menyediakan konektivitas antara suatu Access Pointdengan Access Point lainnya dan/atau ke jaringan distribusi berbasis kabel ethernet. Link ini dikembangkan berdasarkan standar IEEE 802.11a yang beroperasi pada band frekuensi 5.8 GHz dan mampu mendukung akses data rate hingga maksimum 54 Mbps.
2. Wireless Gateway
Wireless Gateway berfungsi memfasilitasi koneksivitas ke WAN (intranet/internet) publik dan reach ablility pada jaringan distribusi. Wireless Gateway juga berfungsi sebagai titik sentral pelaksanaan fitur mobility dan sekuriti.

Fitur mobility pada Wireless Gateway memungkinkan terjadinya proses perpindahan user dari satu Access Point ke Access Point lainnya tanpa harus kehilangan konektivitasnya. Semantara fitur sekuriti pada Wireless Gateway berfungsi sebagai lapisan kedua proses sekuriti jaringan yang juga didukung oleh standar IEEE 802.11a/b/g pada level access link dan transit link. Sekuriti jaringan antara Access Point dan Wireless Gatewayini diwujudkan melalui implementasi IPSec tunnel protocol.

3. Network Operations Support System (NOSS)
Network Operations Support System (NOSS) berfungsi menyediakan sistem manajemen dan administrasi yang tersentralisasi untuk memonitor dan mengatur performansi dan konfigurasi seluruh elemen jaringanWireless Mesh. Beberapa bagian penting dari NOSS antara lain:
  • Optivity Network Management System (ONMS) - yang berfungsi sebagai titik sentral pelaksanaan sistem manajemen bagi seluruh elemen jaringan Wireless Mesh.
  • Industry-standard: FTP, RADIUS, DHCP, dan SNTP Server.
  • Perencanaan Wireless Mesh
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merancang jaringan Wireless Mesh:
  • Setiap Access Point harus terhubung paling sedikit dengan duaAccess Point lain (dua koneksi Transit Link) untuk mendukung fitur self-healing dan proses re-routing jika ada Access Pointyang bermasalah.
  • Untuk memaksimalkan perfomansi jaringan, dua atau lebihTransit Link harus terhubung dengan Access Point @ NAP;yaitu Access Point yang memiliki hubungan langsung (via kabelethernet) dengan jaringan distribusi berbasis kabel ethernet.
  • Kapasitas jaringan dan data rate yang ingin dicapai.
  • Jarak antar Access Point dan luas daerah yang dapat dicakup oleh satu Access Point yang didasarkan pada karakteristikradio propagation pada daerah yang ingin dicakup.
Instalasi jaringan Wireless Mesh terutama pada sisi Access Point relatif lebih sederhana karena setelah proses instalasi dan pencatuan daya, Access Point mampu melakukan prosesTransit Link auto-discovery, auto-configuration, dan self-organizing. Beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum instalasi Access Point pada jaringan Wireless Mesh antara lain:
  • Perencanaan skema IP Addressing
  • Instalasi dan konfigurasi komponen manajemen sistem (NOSS)
  • Instalasi dan konfigurasi Wireless Gateway
  • Instalasi dan konfigurasi Access Point @ NAP
Contoh Aplikasi dan Implementasi Jaringan Wireless MeshBeberapa contoh penerapan solusi Wireless Mesh antalain yaitu:
1. Enterprises
Solusi Wireless Mesh dinilai paling efisien dalam menyediakan atau mempeluas daerah layanan akses internet nirkabel baik indoor maupun outdoor.
  • Di lingkungan Universitas, sekolah, perusahaan, pabrik, rumah sakit, bandara, hotel, convention centres, pusat perbelanjaan, gelanggang olahraga, taman, dll
  • Instalasi sementara dimana akan diselenggarakan event-eventkhusus seperti pameran, pekan olah raga, usaha pemulihan dari peristiwa bencana, dll.
2. Penyedia Jasa Internet
  • Solusi yang mampu meningkatkan pendapatan dan produktifitas usaha jika dilihat dari kapasitas, data rate, luas daerah cakupan, jenis aplikasi, dan berbagai skenario billing yang dapat ditawarkan
3. Pemerintahan dan Militer/Kepolisian
  • Untuk meningkatkan kinerja instansi pemerintah dan kualitaspublic safety bagi warganya, menstimulasi pertumbuhan bisnis di suatu kota atau daerah wisata, dan menyediakan layanan internet di daerah pemukiman penduduk, urban maupun rural.
Beberapa contoh implementasi jaringan Wireless Mesh adalah di beberapa lokasi sebagai berikut :
1. NASA Kennedy Space Stations Joint Industry Press Center (JIPC)
Implementasi ini bertujuan untuk menyediakan solusi jaringan akses internet nirkabel yang mampu mendukung mobilitas para jurnalis di daerah indoor maupun outdoor Kennedy Space Centre. Solusi Wireless Mesh memungkinkan para jurnalis mengakses jaringan internet dengan menggunakaan laptop atau PDA-nya dan berpindah dari satu area press release ke area press release lainnya tanpa harus kehilangan konektivitasnya.
2. University of Arkansas
Solusi Wireless Mesh memungkinkan para mahasiswa mengakses jaringan internet dan intranet dari setiap sudut kampus baik indoor maupun outdoor dan berpindah dari satu daerah ke daerah lain dalam ruang lingkup kampus tersebut tanpa harus kehilangan konektivitasnya.
3. Taipei City (Mobile City)
Implementasi ini bertujuan untuk menyediakan layananbroadband akses internet di stasiun-stasiun yang padat penumpang, gedung-gedung perkantoran dan perdagangan, serta lokasi-lokasi penting lainnya di kota Taipei dan diyakini sebagai implementasi jaringan Wireless Mesh terbesar saat ini. Solusi Wireless Mesh meliputi 10.000 Access Point yang akan mencakup 272 km2 daerah layanan dan melayani sekitar dua juta penduduk Taipei.[sumber]
Read More >>

Selasa, 15 November 2011

Solusi Sistem Wireless - MESH

Saat ini teknologi Wireless LAN (WLAN) menjadi semakin populer sebagai salah satu pilihan dalam menyediakan akses internet nirkabel pada lingkungan perusahan, kampus, pemukiman, ruang publik, dll. Wireless Mesh sebagai salah satu inovasi varian dari teknologi WLAN menawarkan suatu solusi yang unik karena dapat menggantikan ataupun memperkaya kemampuan infrastruktur jaringan internet yang telah ada, baik yang berbasis kabel maupun nirkabel, secara lebih efektif dan efisien karena mampu mencakup daerah layanan yang lebih luas dan sulit dijangkau tanpa mengesampingkan faktor sekuriti, mobility, dan QoS.

Wireless Mesh berkembang dengan memadukan antara standar Wireless LAN 802.11 a/b/g (lihat artikel sebelumnya mengenai Perbandingan Standar WLAN a/b/g). Secara teknis standar 802.11a (frekuensi 5,8 GHz) digunakan untuk menghubungkan antar AP sedangkan standar 802.11b/g berfungsi menghubungkan device klien ke AP.

Wireless Mesh hampir mirip dengan konfigurasi repeater mode, namun lebih diperluas lagi. AP yang digunakan tidak terbatas hanya 2 AP namun sudah tergolong banyak bisa lebih dari 2 AP. Hubungan antar AP tidak harus point-to-point dan menggunakan jaringan fisik namun sudah ke arah Multi point dan wirelessly.

Konfigurasi
Konfigurasi Wireless Mesh mirip dengan konfigurasi Wireless LAN biasa. Yang membedakan pada WLAN biasa AP terhubung melalui kabel ke jaringan intranet/internet melalui HUB/switch dan pada Wireless Mesh tidak semua AP tersambung langsung melalui kabel ke HUB/switch. PadaWireless Mesh memungkinkan hubungan antar AP melalui jaringan wireless seperti pada jaingan Point-to-Multipoint. Selain untuk memperluas jangkauan, AP juga dapat tersambung langsung ke client.

Karakteristik Jaringan Wireless Mesh
Pada dasarnya solusi Wireless Mesh ini dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan teknis pada teknologi WLAN generasi pertama di mana koneksi antara setiap Access Point denganSwitch masih sangat tergantung pada jaringan kabel ethernetdan secara tidak langsung dapat memberikan solusi berbasis teknologi WLAN yang lebih efektif dan efisien. Kendala implementasi terbesar akan muncul ketika daerah yang ingin dicakup sangat luas, terbuka, dan sulit diakses oleh jaringan kabel ethernet, seperti daerah outdoor. Selain itu jaringan kabel ethernet yang dibutuhkan untuk menghubungkan Access Point dengan Switch ini secara teknis juga memiliki limitasi jarak. Solusi Wireless Mesh memperkenalkan suatu konsep dengan komunikasi nirkabel antar Access Point.

Karakteristik dan kelebihan solusi Wireless Mesh antara lain:
1. Memberikan nilai tambah dalam mengawali dan mengembangkan bisnis akses internet nirkabel berkecepatan tinggi.
  • Solusi ini mampu mendukung fitur sekuriti dan mobility 
  • Solusi ini mampu mendukung tingkat QoS yang cukup baik untuk menjalankan aplikasi triple play yaitu penggabungan suara, data, dan video dalam satu infrastruktur
  • User terminal seperti handset, PDA, Laptop, dan PCMCIAyang mampu mendukung teknologi WLAN berbasis IEEE 802.11b/g semakin mudah diperoleh, umum digunakan, dan terjangkau.
2. Mengurangi biaya kapitalisasi, instalasi, dan operasional.
  • Menggunakan koneksi nirkabel yang lebih ekonomis untuk koneksi antar Access Point dan Access Pointdengan User Terminal.
  • Kemampun auto-configuration, self-organizing, dan self-healing yang memungkinkan penekanan biaya instalasi dan operasional.
  • Penyederhanaan sistem manajemen network yang tersentralisasi.
3. Solusi yang sangat fleksibel dan efisien jika dilihat dari kapasitas end user dan data rate yang dapat ditawarkan, luas daerah yang dapat dicakup indoor maupun outdoor,serta berbagai aplikasi yang dapat ditawarkan.Keuntungan penerapan Wireless Mesh ini adalah kemampuan dalam mengcover suatu area dan fleksibilitas dalam instalasinya
Read More >>

Rabu, 09 November 2011

Solusi Sistem Wireless - WiMAX

WiMAX adalah singkatan dari World Interoperability for Microwave Access, merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar (Broadband Wireless Access atau disingkat BWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga merupakan teknologi dengan open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX di antara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX dapat diaplikasikan untuk koneksi broadband ‘last mile’ ataupun backhaul.

Elemen Perangkat WiMAX
Elemen/ perangkat WiMAX secara umum terdiri dari BS di sisi pusat dan CPE di sisi pelanggan. Namun demikian masih ada perangkat tambahan seperti antena, kabel dan asesoris lainnya.

Base Station (BS)
Merupakan perangkat transceiver (transmitter dan receiver) yang biasanya dipasang satu lokasi (colocated) dengan jaringan Internet Protocol (IP). Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa CPE dengan media interface gelombang radio (RF) yang mengikuti standar WiMAX. Komponen BS terdiri dari:
· NPU (networking processing unit card)
· AU (access unit card)up to 6 +1
· PIU (power interface unit) 1+1
· AVU (air ventilation unit)
· PSU (power supply unit) 3+1
Antena yang dipakai di BS dapat berupa sektor 60°, 90°, atau 120° tergantung dari area yang akan dilayani.

Subscriber Station (SS)
Secara umum Subscriber Station (SS) atau (Customer Premises Equipment) CPE terdiri dari Outdoor Unit (ODU) dan Indoor Unit (IDU), perangkat radionya ada yang terpisah dan ada yang terintegrasi dengan antena.
Read More >>

Senin, 07 November 2011

Solusi Sistem Wireless - Karateristik Jaringan 4G / WiMAX


Teknologi jaringan wireless 4G dapat terwujud dengan menggunakan jaringan inti berbasis IP dengan global routing dan dapat disesuaikan dengan kondisi jaringan akses radio lokal yang mendukung fitur-fitur seperti dynamic handoff, adhoc routing, QoS, multicasting, content caching, dan sebagainya. Agar pembangunan jaringan dengan teknologi 4G berlangsung dengan sukses, sangat penting bagi kita untuk mendefinisikan visi untuk layanan dan aplikasi 4G yang secara efektif dapat memenuhi keinginan pengguna. Visi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna sepertintercantum dibawah ini :
a. Broadband: Pengguna menginginkan dapat mengirim dan menerima segala jenis informasi seperti gambar, suara, video, dan data dalam bentuk file besar dimana saja dan kapan saja. Oleh karena itu dibutuhkan 100 MHz bagi setiap operator untuk layanan data, suara, video pada teknologi 4G. Teknologi seperti mobile WiMAX sangat sesuai untuk itu dan bertujuan untuk menjembatani antara standar 3GPP dan 3GPP2.
b. Mobilitas: Dengan teknologi 4G, pengguna menginginkan mobilitas, misalnya didalam mobil, kereta api, bus dan kendaraan lainnya dapat sambil menggunakan internet tanpa terputus dari satu tempat ke tempat lainnya. Dengan layanan jaringan WiMAX, service provider dapat menikmati fleksibilitas pasar baik layanan mobile, nomadic dan fixed dengan memberikan kecepatan broadband yang sesungguhnya dan mampu memberikan efisiensi dalam mengatur akses, spektrum radio dan resource jaringan.
c. Roaming antar berbagi jenis jaringan: Jika kita bergerak dari suatu tempat ketempat lain sambil menikmati layanan jaringan wireless, kita menginginkan dapat melakukan handoff secara otomatis dan cepat tanpa terputus antar berbagi jenis jaringan. Misalnya jika kita bergerak ditempat yang menyediakan layanan wireless LAN, device kita akan menyesuaikan dengan layanan wireless LAN, kemudian jika kita berpindah tempat keluar dari jangkauan wireless LAN, dan terdapat layanan WiMAX, maka device kita akan secara otomatis merubah koneksi dari wireless LAN berubah ke WiMAX, demikian juga sebaliknya. Tujuan dari 4G adalah standarisasi hand-off, sehingga device dapat berinteroperability ketika berpindah dari satu jenis jaringan ke jenis jaringan lainnya. Teknologi WiMAX akan berusaha kearah tersebut dan akan diadaptasi pada operator mobile dan fixed.
d. Konvergensi: Pengguna menginginkan dapat mengakses jaringan dari berbagai jenis platform: telepon seluler, notebook, dan PDA. WiMAX adalah sistem yang powerful yang mampu mendeliver konektivitas yang cerdas dan fleksibel untuk mendukung layanan video streaming, VoIP, email, Web browsing, e-commerce dan locationbased melalui berbagi jenis device.
e. Efisien: Agar lebih efisien, teknologi 4G menggunakan spektrum secara efisien, sehingga dapat membawa lebih banyak data dengan biaya lebih efisien. WiMAX yang berbasis OFDM juga menggunakan spektrum secara efisien. Oleh karena itu teknologi berbasis IP diyakini akan menyediakan solusi layanan murah dan lebih cepat diserap pasar.
f. Akses jaringan pada area yang susah dijangkau: Dengan sistem wireless, pengguna mobile dapat menikmati layanan jaringan dimanapun dan kapanpun. Service provider dapat dengan cepat meluaskan wilayah layanannya meskipun kedaerah-daerah yang susah dijangkau menggunakan kabel, misalnya melewati sungai, melewati jalan tol, melewati bangunan bertingkat, dengan menggunakan solusi wireless MAN akan lebih mudah dan murah dibandingkan dengan menggunakan kabel.
g. Harmonisasi: Didunia ini terdapat berbagai macam jenis jaringan yang melayani pengguna yang mungkin menggunakan berbagai macam jenis teknologi. Tujuan teknologi 4G adalah membangun teknologi jaringan dengan kapasitas tinggi, kualitas tinggi, dan dapat berinteroperability antar jaringan broadband sehingga dapat membawa berbagai jenis konten yang diinginkan pengguna. WiMAX menjawab tantangan itu.
WiMAX, Teknologi 4G Pertama
WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) merupakan teknologi 4G Pertama yang diimplementasikan di Indonesia pada bulan Juni 2010 oleh operator Firstmedia dengan merek dagang Sitra WiMAX. Teknologi 4G WiMAX terdiri atas tiga bagian generasi,
  • WiMAX 16.d, atau sering disebut WiMAX nomadic dengan mobilitas terbatas hingga kecepatan 70 Mbps.
  • WiMAX 16.e, merupakan WiMAX mobile dengan mobilitas tinggi hingga kecepatan 144Mbps.
  • WiMAX 16.m, WiMAX mobile dengan mobilitas tinggi hingga kecepatan 1Gbps.[sumber]
Read More >>

Jumat, 28 Oktober 2011

Networking dan Internetworking

Jaringan yang terbentuk di dalam sistem terdistrinbusi dibangun dari berbagai macam media transmisi, termasuk kabel, transmisi fiber optis, maupun jaringan menggunakan sistem wireless; hardware yang didalamnya termasuk routers, switch, bridge, hub, repeater, dan network interface lainnya selain itu software yang termasuk di dalamnya protokol stack, pengatur komunikasi, dan driver. Seluruh fungsi dan performa dari sistem terdistribusi tergantung dari seluruh aspek yang ada pada ketiga unsur diatas.

Kita harus menghubungkan antara fungsionalitas hardware dan software yang menyediakan fasilitas komunikasi untuk sistem terdistribusi, hal semacam ini disebut dengan communication subsystem. Komputer dan semua peripheral lain yang menggunakan jaringan untuk tujuan komunikasi disebut sebagai host. Sedangkankan istilah node digunakan untuk semua komputer dan switch yang termasuk ke dalam sebuah jaringan.

Internet adalah sebuah subsystem komunikasi tunggal yang menyediakan komunikasi antara semua host yang terkoneksi ke dalam jaringan tersebut. Internet dibangun dari beberapa subnet yang di dalamnya menggunakan berbagai macam teknologi jaringan. Subnet adalah serangkaian node yang saling terkoneksi, yang kesemuanya menggunakan teknologi yang sama untuk terkoneksi satu sama lain. infrastruktur internet termasuk arsitektur, hardware dan software yang secara efektive terintegrasi dalam berbagai subnet ke dalam sebuah komunikasi data tunggal.

Desain komunikasi dari subsystem sangat tergantung dengan karkteristik dari sistem operasi yang digunakan pada komputer, sistem terdistribusi memkomposisikan semua jaringan tersebut dan membuat mereka mampu terhubung satu sama lain.
Permasalahan Jaringan untuk Sistem Terdistribusi
Komputer generasi awal sengaja dibentuk untuk bertemu dengan sedikit jaringan, dengan aplikasi yang relative simple. Aplikasi jaringan seperti file transfer, remote login, surat elektronik dan newsgroup masih mampu dijalankan. Kelanjutan dari pengembangan sistem terdistribusi dengan dukungan untuk aplikasi program terdistribusi mampu melakukan share file dan resource lain, selain itu mempunyai standar yang lebih tinggi dalam hal performance untuk untuk bertemu dengan berbagai macam aplikasi lain yang lebih interaktif dan kompleks.

Semakin kedepan, dengan semakin berkembangnya komunikasi serta komersialisasi dari internet dan munculnya model-model baru yang digunakan, model-model tersebut meningkatkan kebutuhan secara drastis dalam hal realibility, scalability, mobility, security dan quality of service .
Performance, parameter performa jaringan yang paling diperhatikan adalah performa yang mempengaruhi kecepatan sebuah pesan individu dapat disalurkan antara dua komputer yang saling terhubung. Beberapa komponen parameter tersebut antara lain adalah latency dan data transfer rate.
Latency, adalah jeda yang muncul setelah pengiriman dijalankan dan sebelum data mulai tersedia pada tujuan. Hal tersebut dapat diukur sebagai waktu yang dibutuhkan untuk mentransfer pesan yang kosong.
Data transfer rate, adalah kecepatan dimana data dapat dikirimkan antara dua komputer di dalam jaringan seketika setelah transmisi dilaksanakan, biasanya diukur dalam ukuran bits per second.

Mengikuti berbagai macam definisi di atas, maka waktu yang dibutuhkan suatu jaringan untuk mengirimkan pesan yang di dalamnya terdapat beberapa bits data antara dua komputer dapat dirumuskan sebagai:
Message transmission time = latency + length / data transtfer rate
Persamaan di atas valid untuk pesan yang panjangnya tidak melebihi maksimum, ditentukan oleh teknologi network yang digunaan. Pesan yang lebih panjang disegmentasikan dan waktu transmisi adalah penjumlahan dari waktu ditambah dengan waktu untuk melakukan segmentasi.

Transfer rate dari jaringan ditentukan oleh karakteristik fisikm termasuk dengan latency yang ditentukan oleh software, delay pada saat routing, dan load-dependent. Banyak pesan yang dikirimkan antara proses dalam sistem terdistribusi sangat kecil dalam ukurannya.

Total system bandwidth, dari jaringan diukur dengan throughput – total volume dari trafik yang dapt dikirimkan melalui jaringan pada suatu waktu yang dibutuhkan. Dalam berbagai macam teknologi LAN Local Area Network, seperti ethernet, kapasitas transmisi total dari sebuah jaringan digunakan oleh setiap transmisi dam sistem bandwidth sama dengan data transfer rate. Tetapi pada WAN Wide Area Network pesan dapat ditransmisikan pada banyak channel secara simultan. Dan bandwidth total dari sistem tidak memiliki hubungan langsung dengan transfer data rate.

Scalability, jaringan komputer adalah bagian yang tidak tergantikan pada infrastruktur peradaban modern. Perkembangan jumlah host komputer meningkat pesat dalam waktu dua puluh tahun terakhir. Potensi ukuran internet ke depan bisa di bandingkan dengan jumlah populasi total di muka bumi. Hal tersebut sama saja dengan beberapa juta node dan ratusan juta host yang aktif.

Hal tersebut mengindikasikan perubahan besar dalam hal jumalah dan beban yang ditanggung oleh internet harus segera diatasi. Teknologi jaringan yang ada walau bagaimanapun tidak di desain untuk mampu mengatasi skala penggunaan bahkan untuk skala penggunaan sekarang ini. Tetapi internet tetap harus mampu bekerja secara baik. Beberapa substansi internet berubah, terutama pada hal pengalamatan addressing dan mekanisme routing yang di rencanakan mampu mengatasi peningkatan skala pertumbuhan internet.

Tidak ada bentuk trafik yang tersedia untuk internet, tetapi dampak dari trafik pada performa internet dapat diukur dari latency komunikasi. Hal menarik dari pengalaman dan sejarah yang sudah ada dari lantency di dalam internet dapat ditemukan dalam www.mids.org. Dalam sebuah referensi berjudul „the world wide wait‟, referensi tersebut memperlihatkan bahwa latency telah menurun dalam beberapa tahun terakhir, dari waktu rata-rata round sekitar 100ms menjadi 150ms. Tentu saja hal ini bervariasi antara satu tempat dengan tempat lainnya, dengan peak latency sekitar 400ms, tetapi mungkin saja hal tersebut bukanlah faktor utama yang menyebabkan delay muncul pada web user. Untuk mode aplikasi client-server sederhana seperti web, kita dapat memperkirakan pertumbuhan trafik secara proporsional dengan banyaknya pengguna yang aktif menggunakannya.

  • Reability, banyak aplikasi mampu untuk memperbaiki diri dari kesalahan komunikasi dan oleh sebab itu tidak membutuhkan garansi error free communication. End to end mendukung sudut pandang bahwa komunikasi subsystem membutuhkan tidak mempunyai error secara total. Deteksi komunikasi yang error dan koreksinya biasanya dilakukan oleh software pada level applikasi. Reliability dari kebanyakan transmisi fisik biasanya sangat tinggi.
  • Security, pertahanan level pertama yang diadopsi oleh banyak organisasi untuk mengamankan jaringan dan komputer adalah dengan menggunakan firewall. Firewall membuat batas pengamanan antara organisasi intranet dan jaringan lain yang ada dalam internet. Tujuan dari firewall adalah untuk melindungi resource di dalam semua komputer di dalam sebuah organisasi dari akses oleh pengguna dari luar yang dapat menggunakan, memproses dan mengontrol resource diluar dari firewall.
  • Mobility, biasanya pengalamatan dan skema routing dari internet dan jaringan lain dibentuk sebelum adanya mobil device, meskipun mekanisme yang ada dewasa ini telah mampu digunakan dan diadopsikan untuk alat-alat tersebut, namun dengan semakin berkembangnya mobile divice, mekanisme ini membutuhkan ekstensi yang lebih.
  • Quality of Service, applikasi yang mentransmisikan data multimedia membutuhkan bandwidth yang dapat diandalkan dan batas latency untuk channel komunikasi yang mereka gunakan. Beberapa aplikasi merubah kebutuhan mereka secara dinamis dan mengembangkan sistem quality of service.
  • Multicasting, kebanyakan komunikasi dalam sistem terdistribusi antara bagian-bagian pemroses, namun kadang-kadang juga membutuhkan model komunikasi one to many.
Read More >>

Sabtu, 01 Oktober 2011

Happy Monkey: PCRF and PCEF Integration with OpenIMS


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgDWcyp_D-GXmoopZP1PllTiJI6UgSg8NR7dwfe3olv2ZwrUa2-Ibf5QjsZi396NSBbXHYNl54b3115XJ6E87FN0_6rzkpc88XpiDxJZDk8IbyIhmN_686ZBMeI3dJchFNx-YGkqcgARQ/s1600/ims-pcrf.jpgHappy Monkey: PCRF and PCEF Integration with OpenIMS.. PCRF (Policy Control Rule Function) is one of IMS architecture which support for policy and charging control decision based on session and media related information obtained from the P-CSCF. For that implementation, i’m use UCT Policy Control Framework at my OpenIMS. So you can get the detail information of that at UCT or FOKUS project. UCT Policy Control Framework have defined two software tool for implementation, they are PCRF and PCEF (Policy and Charging Enforcement Point).
Read More >>

Minggu, 18 September 2011

Routing (Pengertian Dasar)

Routing adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu jaringan ke jaringan yang lain.  Rute ini, disebut dengan route dan informasi route secara dinamis dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat diberikan secara statis ke router lain.

Seorang administrator memilih suatu protokol routing dinamis berdasarkan keadaan topologi jaringannya. Misalnya berapa ukuran dari jaringan, bandwidth yang tersedia, proses power dalam router, merek dan model dari router, dan protokol yang digunakan dalam jaringan.

Routing adalah proses dimana suatu router mem-forward paket ke jaringan yang dituju. Suatu router membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju oleh paket. Semua router menggunakan IP address tujuan untuk mengirim paket. Agar keputusan routing tersebut benar, router harus belajar bagaimana untuk mencapai tujuan. Ketika router menggunakan routing dinamis, informasi ini dipelajari dari router yang lain. Ketika menggunakan routing statis, seorang network administrator mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang ingin dituju secara manual.

Jika routing yang digunakan adalah statis, maka konfigurasinya harus dilakukan secara manual, administrator jaringan harus memasukkan atau menghapus rute statis jika terjadi  perubahan topologi. Pada jaringan skala besar, jika tetap menggunakan routing statis, maka akan sangat membuang waktu administrator jaringan untuk melakukan update table routing. Karena itu routing statis hanya mungkin dilakukan untuk jaringan skala kecil. Sedangkan routing dinamis bisa diterapkan di jaringan skala besar dan membutuhkan kemampuan lebih dari administrator.

Read More >>

Minggu, 11 September 2011

Routing Protocol

Routing protocol adalah  berbeda dengan routed protocol. Routing protocol adalah komunikasi antara router-router. Routing protocol mengijinkan router-router untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Router menggunakan informasi ini untuk membangun dan memperbaiki table routingnya. Seperti pada gambar di bawah ini.
Contoh routing protokol:
  • Routing Information Protocol (RIP)
  • Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)
  • Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)
  • Open Shortest Path First (OSPF)
Routed protocol digunakan untuk trafik user langsung. Routed protocol menyediakan informasi yang cukup dalam layer address jaringannya untuk melewatkan paket yang akan diteruskan dari satu host ke host yang lain berdasarkan alamatnya.
Contoh routed protocol
  • Internet Protocol (IP)
  • Internetwork Packet Exchange (IPX)
Read More >>

Sabtu, 06 Agustus 2011

Border Gateway Protocol (BGP)

Protocol ini yang menjadi backbone dari jaringan Internet dunia. BGP adalah protokol routing inti dari Internet yg digunakan untuk melakukan pertukaran informasi routing antar jaringan. BGP tidak menggunakan metrik IGP (Interior Gateway Protocol) tradisional, tapi membuat routing decision berdasarkan path, network policies, dan atau rule set.


BGP versi 4 masih digunakan hingga saat ini, BGP mendukung Class Inter-Domain Routing dan menggunakan route aggregation untuk mengurangi ukuran tabel routing. sejak tahun 1994, BGP-4 telah digunakan di Internet. semua versi dibawahnya sudah tidak digunakan. BGP diciptakan untuk menggantikan protokol routing EGP yang mengijinkan routing secara tersebar sehingga tidak harus mengacu pada satu jaringan backbone saja.

Jenis-jenis BGP.
Routing protokol BGP dibagi menjadi dua subbagian besar yang berbeda berdasarkan fungsi, lokasi berjalannya sesi BGP, dan kebutuhan konfigurasinya:

1. IBGP (Internal BGP)
Sesuai dengan namanya, internal BGP atau IBGP adalah sebuah sesi BGP yang terjalin antara dua router yang menjalankan BGP yang berada dalam satu hak administrasi, atau dengan kata lain berada dalam satu autonomous system yang sama. Sesi internal BGP biasanya dibangun dengan cara membuat sebuah sesi BGP antar sesama router internal dengan menggunakan nomor AS yang sama.

2. EBGP (External BGP)
Kebalikannya dari IBGP, External BGP atau sering disingkat EBGP berarti sebuah sesi BGP yang terjadi antardua router atau lebih yang berbeda autonomous systemnya atau berbeda hak administratif. Tidak hanya sekadar beda nomor AS saja, namun benar-benar berbeda administrasinya. 

Jadi misalnya router Anda dengan router ISP ingin dapat saling bertukar informasi dengan menggunakan bantuan BGP, maka kemungkinan besar Anda akan membuat sesi EBGP. Hal ini dikarena autonomous system router anda dengan router ISP dibuat berbeda.
 
Read More >>